account-twitterwitterBARU satu jam diperdagangkan di lantai bursa saham New York (NYSE), saham Twitter (TWTR) melonjak lebih dari 75% dari harga awal penawaran umum perdana (IPO) mereka. Harga saham Twitter pertama kali dilepas ke bursa Rabu (6/11) sebesar US$ 26 per saham. Saat pembukaan perdagangan Kamis (7/11), harga saham itu US$ 45,10 per saham.

Saham sempat melompat ke level tertinggi US$ 50,09, atau keuntungan sebesar 93% di atas harga IPO, namun jatuh kembali ke level US$ 45,80 pada pagi harinya. Pada posisi harga saham sebesar US$ 46 per saham, Twitter sudah bernilai hampir US$ 25 miliar. Debut Twitter mirip dengan LinkedIn (LNKD), yang meraih angka dua kali lipat di hari pertama mereka di pasar saham.

Berbeda dengan IPO Facebook di Nasdaq tahun lalu yang memiliki beberapa investor individu yang khawatir melihat kondisi pasar jelang IPO Twitter. Beruntung bagi Twitter, penawarannya berjalan lancar.

“Kami mencoba untuk memiliki proses yang sangat bersih. Tim kami yang menangani ini sudah bekerja secara tertata,” kata CEO Twitter Dick Costolo di CNBC.

“Fiuh!” kicau Anthony Noto, top bankir Twitter di Goldman Sachs (yang memimpin underwriting IPO) setelah perdagangan dimulai. Noto lumayan terkejut.

Twitter merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan di AS pada Kamis. Lebih dari 74 juta saham bertukar tangan pada tengah hari.

Twitter mengumpulkan sekitar US$ 1,8 miliar melalui penjualan 70 juta saham pada Rabu malam untuk saham di posisi US$ 26 per saham. Tawaran underwriting juga memiliki opsi untuk membeli 10,5 juta saham dari Twitter.

Sebagai perbandingan, Facebook mengumpulkan US$ 16 miliar saat IPO. Tapi tidak seperti Facebook, Twitter memang belum menghasilkan keuntungan. Perusahaan meraih US$ 317 juta saat penjualan saham pada tahun 2012 , tetapi hingga akhir tahun, perusahaan akhirnya dilaporkan merugi US$ 79,4 juta. Untuk sembilan bulan pertama 2013, pendapatan Twitter mencapai US$ 422 juta, tapi kerugian juga meningkat mencapai US$ 134 juta. Saat ini, pendapatan terbesar Twitter dari iklan. Terutama iklan lewat topik yang bisa dijadikan tren.

Sejumlah “orang dalam” Twitter yang tidak menjual sahamnya dalam IPO, tentu nilai sahamnya ikut membengkak. Seperti pendiri Twitter Evan Williams sebagai pemegang saham perorangan terbesar di perusahaan dengan kepemilikan 12% , nilai sahamnya menjadi US$ 26 miliar ketika harga saham Twitter pada Kamis pagi itu sebesar US$ 45,10. Lalu, Peter Fenton, direktur Twitter yang juga sebagai investor awal di perusahaan, memiliki saham senilai US$ 1,4 miliar. Rekan Williams, Jack Dorsey memiliki saham senilai hampir US$ 1,1 miliar, dan CEO perusahaan, Dick Costolo memiliki saham hampir US$ 346 juta.

Pemegang saham terbesar adalah perusahaan ekuitas swasta Rizvi Traverse, yang memegang saham hampir 18% yang sekarang bernilai US$ 3,8 miliar. (cnn)

KOMENTAR