Banda Aceh — Berbeda dengan Pekan Olahraga dan seni (Porseni) sebelumnya, Porseni XIII 2012 ini dilaksanakan persis sebulan jelang ujian semester ganjil digelar karena terkait menyangkut anggaran.

Jika dilaksanakan sama seperti Porseni XII di Aceh Barat yang lalu, anggaran sulit dipertanggung-jawabkan. Ketika itu anggaran dialokasikan pada tahun 2010, sedangkan pelaksanaan Porseninya pada awal 2011.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Ibnu Sa,dan, M.Pd melalui Kasubbag Humas dan KUB Juniazi SAg MPd kepada RRI Sabtu, (24/11) menjelaskan, pelaksanaan tersebut menjadi temuan Inspektorat Jenderal waktu itu.

“Saya tidak menginginkan hal itu terulang kembali pada Poseni kali ini dan pihaknya menginginkan agar sukses keduanya yakini sukses pelaksanaan Poseni dan sukses keuangan,” ujar Juniazi.

Juniazi mengatakan, karena Porseni sedang aktif proses belajar mengajar maka pihaknya meminta proses belajar mengajar tersebut tidak boleh diliburkan ataupun tetap berjalan seperti biasa.

Terkait dengan itu Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor KW.01.4/5/PP.00/3307/2012 tanggal 25 September 2012.

“Dalam surat itu disebutkan, selama berlangsungnya Porseni XIII sejak 26 November sampai 1 Desember 2012, kegiatan belajar mengajar di Raudatul Atfal dan Madrasah tetap berjalan seperti biasanya dan tidak diliburkan,kata “Juniazi.

Juniazi mengemukakan, menyikapi surat edaran tersebut kepala dan guru madrasah mensiasatinya kepala masrasah wajib menunjuk kelaksana harian kepala madrasah agar segala aktifitas madrasah tetap berjalkan secara normal.

“Demikian pula kepada para guru agar mempersiapkan guru penganti jika tidak ada guru penganti, penganti guru tersebut dapat mempersiapkan bahan ajar untuk dikerjakan peserta didik,”pungkas Juniazi. (rri.co.id)

KOMENTAR