Bandung — Seleksi tertulis untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) akan digelar oleh 62 PTN. Mereka akan membuka pendaftaran mulai April 2013 bagi siswa lulusan tahun 2011, 2012, dan 2013. Namun, lagi-lagi seleksi masuk PTN ini berganti baju.

Pada tahun-tahun sebelumnya, seleksi tertulis masuk PTN ini dinamakan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Tapi tahun 2013, namanya berubah lagi. SNMPTN menjadi nama jalur masuk PTN melalui undangan yang dulunya bernama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Sebagai gantinya, seleksi tertulis dinamakan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).

Akhmaloka, Ketua Umum SNMPTN sekaligus Ketua Umum SBMPTN 2013, menjelaskan bahwa SBMPTN merupakan inisiatif para rektor PTN yang tergabung dalam Majelis Rektor PTN Indonesia. SBMPTN ini tidak mendapat subsidi pemerintah sehingga pendaftar dikenai biaya.

Pelaksanaan SBMPTN pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan SNMPTN tertulis tahun 2012. Pendaftaran dilakukan secara online, dengan pilihan kelompok IPA, IPS, dan IPC. Namun untuk saat ini, laman resmi www.sbmptn.or.id belum bisa diakses publik.

”Pendaftaran lewat SBMPTN ini bukan dilakukan sekolah, melainkan individu. Pesertanya terbuka untuk lulusan tahun 2011, 2012, dan 2013,” kata Akhmaloka, yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tiga jalur

Saat ini, seleksi masuk PTN tersedia tiga jalur. Pertama, jalur SNMPTN atau jalur prestasi bagi siswa SMA/SMK/MA lulusan tahun 2013. Pendaftaran SNMPTN tidak dipungut biaya atau gratis.

Kedua, jalur ujian tulis SBMPTN yang diikuti 62 PTN seperti dipaparkan di atas. Adapun, ketiga adalah jalur mandiri yang dilakukan setiap PTN dengan memungut biaya pendaftaran.

Rochmat Wahab, Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2013, mengatakan, pelaksanaan ujian tulis/keterampilan SBMPTN akan berlangsung pada Juni. Tes dilaksanakan bersamaan dengan pendaftaran ulang siswa yang lulus di jalur SNMPTN.

Menurut Rochmat, kuota SNMPTN minimal 50 persen dari daya tampung PTN. Adapun jalur SBMPTN menampung 30 persen serta seleksi mandiri 20 persen dari daya tampung PTN.

Meski demikian, sejumlah PTN hanya membuka dua jalur masuk. ITB, misalnya, menerima mahasiswa baru hanya lewat SNMPTN dan SBMPTN. (kompas.com)

KOMENTAR