Banda Aceh — Badan Geologi di bawah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (3/1) mengeluarkan status gunung api Seulawah Agam, Aceh Besar, dari waspda level I menjadi waspada level II.

Menurut rilis PVMBG, Gunung Seulawah memiliki dua kawah yang perlu di waspada, yakni disebelah utara kawah Heszt dan kawah Simpago disebelah selatan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Seulawah Agam Razali menyebutkan, peningkatan status gunung api itu ditetapkan pada pukul 19.00 WIB, Kamis (3/1). “Peningkatan status menjadi waspada karena aktivitas gempa meningkat di atas biasanya,” katanya, seperti dikutip dari acehkita.com, Jumat (4/1).

Sehubungan dengan status tersebut, pihak PVMBG juga mengeluarkan tiga rekomendasi gunung Seulawah Agam kepada masyarakat sekitar yang berada disekitar gunung, yaitu:

Pertama. Masyarakat di sekitar gunung Seulawah Agam dan pengujung, wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan mendekati puncak dan 2 (dua) kawah aktif dekat puncak gunung Seulawah Agam dalam radius 2 km dari puncak dan kawah aktif.

Kedua. Masyarakat juga diharapkan bisa tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan gunung Seulawah Agam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Aceh (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar (BPBD Kabupaten) tentang aktivitas gunung Seulawah Agam.

Ketiga. Pemerintah daerah diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan gunung Seulawah Agam di desa Lambaro Tunong, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.[]

KOMENTAR