Wisatawan di Aceh (Serambi Indonesia/BUDI FATRIA)

Jakarta — Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencapai 8,554 miliar dolar AS atau menempati urutan kelima dari komoditas yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan negara.

“Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik pada 2012, sektor pariwisata sepanjang 2011 mengkontribusikan 8,554 miliar dolar AS bagi devisa negara,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf), Sapta Nirwandar, di Jakarta, Jumat (4/1).

Kontribusi sektor pariwisata itu naik dibandingkan tahun sebelumnya yakni pada 2010 yang tercatat sebesar 7,6 miliar dolar AS.

Nilai kontribusi yang besar itu menempatkan pariwisata dalam ranking kelima di bawah migas, batu bara, minyak kelapa sawit, dan karet olahan.

“Kontribusi PDB Pariwisata pada 2011 sebesar Rp296,97 triliun atau 4 persen,” katanya.

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja pada 2011 sebanyak 8,53 juta orang bergerak di bidang pariwisata atau mencapai kontribusi 7,72 persen.

“Pajak tak langsung dari sektor pariwisata pada 2011 mencapai Rp10,72 triliun atau berkontribusi 3,85 persen,” katanya.

Pihaknya mencatat, upah dari sektor pariwisata pada 2011 mencapai Rp96,57 triliun atau naik dibandingkan 2010 yang sebesar Rp84,80 triliun.

Berdasarkan data Kemenparekraf, kontribusi PDB pariwisata terhadap PDB nasional pada 2011 mencapai 2,91 persen (angka sangat sementara).

Dari persentase itu, restoran menyumbangkan kontribusi terbesar yakni 2,28 persen disusul hotel 0,35 persen serta rekreasi dan hiburan 0,28 persen. (ant)

KOMENTAR