Banda Aceh, Seputar Aceh – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh mendesak SBY-Boediono yang baru saja dilantik untuk menekan kebijakan Pemerinta Aceh yang tidak mau menandatangani Qanun Jinayat yang telah disahkan oleh DPRA.

Tuntutan itu disampaikan oleh KAMMI dalam aksinya yang dilakukan di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (20/10). Dalam aksinya, KAMMImengajukan tiga tuntutan rakyat yang mereka sebut dengan tritura. Yaitu, pelaksanaan Sayriat Islam di Aceh, penuntasan kasus korupsi dan lanjutkan perdamaian di Aceh.

“Pemerintah SBY saat ini telah menunjukkan kelemahan dengan adanya kriminalisasi terhadap pekerja anti korupsi KPK. Karenanya ke depan, SBY-Boediono harus kembali mendukung sikap anti korupsi dengan menghukum para koruptor, tanpa tebang pilih,” kata Ketua Umum KAMMI Aceh, M. Muaz Munauwar.

Ke depan, KAMMI juga mengharapkan agar Pemerintah Indonesia komit terhadap keberlangsungan perdamaian Aceh. Menurut Muaz, saat ini ada beberapa elemen yang ingin mengacaukan perdamaian.

“Karenanya, Pemerintahan SBY-Boediono harus memberikan komitmen tegas terhadap perdamaian Aceh,” kata Muaz. [sa-bna]

KOMENTAR