Jakarta — The United States Agency for International Development (USAID) dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh mengadakan seminar selama tiga hari, 5 – 7 Juni, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, untuk membahas program Maternal and Child Health Integrated Program (MCHIP). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Rabu (6/6/2012).

Sejak 2010, program USAID MCHIP senilai 9 juta dollar AS ini telah membantu memperkuat pelayanan kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak balita ( KIBBLA) di 175 desa di Aceh, Banten, dan Kalimantan Timur. Kerjasama ini membantu meningkatkan perawatan bagi 1,4 juta ibu dan bayi di Indonesia.

“Program bantuan teknis Maternal Child Health Integrated Program (MCHIP-USAID) mulai dari pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas petugas kesehatan baik dipelayanan primer maupun rujukan sangat membantu upaya pemerintah daerah dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan khsususnya kepada ibu, bayi dan balita,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Dr. M. Yani, M.Kes.PKK.

Seminar atau Mini University ini merupakan penutup dari serangkaian seminar yang bertujuan untuk berbagi pembelajaran, hasil pengembangan model, dan intervensi yang telah dilakukan oleh MCHIP bekerjasama dengan Dinas Kesehatan daerah di mana MCHIP bekerja.

Mini University ini dihadiri oleh Dirjen Bina Kesehatan Gizi dan KIA Kemenkes RI, Gubernur Provinsi Aceh, Gubernur Aceh terpilih, Bupati Bireuen, Muspida provinsi dan Kabupaten/kota, Civitas Akademika, KaDinkes provinsi, Semua Kepala Dinkes kabupaten/Kota, Kabappeda Provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota, Semua Direktur RS Kabupaten/Kota dan unsur-unsur multi pihak lainnya.

“Semoga apa yang telah dilaksanakan di ketiga kabupaten bantuan teknis MCHIP-USAID ini dapat memberikan kontribusi yang bermakna bagi upaya peningkatan akses dan mutu pelayanan KIBBLA di Indonesia,” jelas Wita Sari, Chief of Party MCHIP di Indonesia.

“Setelah hampir tiga tahun bantuan teknis MCHIP, kami melihat banyak best practice dan evidence based yang layak untuk didiseminasi kepada saudara-saudara kita di kabupaten lain, sehingga pengalaman, pembelajaran dari model intervesi di Bireuen dapat direplikasikan. Dinas Kesehatan, RSU dr. Fauziah dan multi pihak lain di Bireuen sudah sangat siap memberikan technical assistance kepada kabupaten yang berkeinginan kuat untuk mereplikasinya,” demikian kata H. Hamdan Nurdin, selaku District Program Manager MCHIP Bireuen.

Program MCHIP USAID adalah salah satu dari banyak inisiatif kesehatan Amerika Serikat di Indonesia, yang menunjukkan luasnya keikutsertaan AS di bawah Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia. (tribunnews)

KOMENTAR