Aceh Besar — Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Zulkifli Ahmad, mengimbau masyarakat tidak membakar lahan di saat musim kemarau seperti sekarang ini, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut.

“Musim kemarau sering dimanfaatkan masyarakat untuk membuka lahan perkebunan dengan cara membakar, ini dikhawatirkan akan merambat ke hutan di sekitarnya,” kata Zulkifli Ahmad, Minggu (1/7).

Menurutnya, pembakaran lahan untuk perkebunan oleh masyarakat yang tidak terkontrol akan berdampak buruk bagi lingkungan. Selain dapat merusak ekosistem yang ada, juga dapat menyebabkan kabut asap sehingga membuat udara menjadi kotor.

“Oleh karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat membuka kebun baru tidak dengan membakar lahan. Karena hal ini justru akan sangat merugikan bagi siapapun,” kata Zulkifli.

Dikatakannya, untuk menjaga kelestarian kawasan hutan bukan hanya tugas pemerintah, namun juga dibutuhkan dukungan masyarakat. “Jika dibebankan kepada pemkab, semua ini tidak mungkin, karena saat ini kita memiliki keterbatasan dalam berbagtai bidang,” jelanya.

Untuk itu, kepada seluruh pihak dan kalangan masyarakat Aceh Besar, Zulkifli meminta berperan aktif secara bersama-sama untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berdampak kepada kerugian yang sangat besar.

Dari amatan wartawan, sejak sepekan terakhir terlihat titik api akibat pembakaran hutan meningkat. Kebakaran dengan jumlah titik api terbanyak terlihat di Kecamatan Kuta Malaka dan Lembah Seulawah. (Dedi Irawan/Medan Bisnis)

KOMENTAR