Palembang — Warga Palembang menjadikan Lemang sebagai salah satu menu berbuka puasa karena makanan khas terbuat dari bahan baku beras ketan dicampur santan kelapa yang dimasukan kedalam bambu kemudian dibakar sangat diminati.

Rosita (48) penjual lemang di salah satu pasar tradisional Palembang, Sabtu (21/07) mengatakan setiap puasa terjadi peningkatan permintaan lemang.

Lemang dijual dengan pasanganya tape ketan hitam sehingga sangat lezat ketika dikonsumsi. Menurut dia, sudah belasan tahun bersama suaminya menjual lemang yang dibuatnya sendiri.

“Memang hanya bulan puasa pembeli ramai tetapi di luar ramadhan mereka tetap berjualan,” katanya.

Ia mengatakan, lemang tersebut dibuat dari ketan pilihan dicampur dengan santan kental kemudian dimasukan ke dalam bambu.

Setelah siap lemang itu dibakar dengan menggunakan kayu bakar dengan tungku khusus, sedangkan tape ketan menjadi semacam sausnya atau kuah untuk melengkapi penganan khas yang mereka bawa dari Sumatera Barat itu.

Kebetulan, di kampung mereka di Sumbar sebagian besar keluarga pembuat lemang sehingga di Palembang pun berjualan lemang.

Lemang tersebut dijual Rp30.000 per batang tetapi biasanya ukuran diperkecil sehingga dihargai Rp10.000. Begitu juga dengan tape ketan hitam dijual Rp10.000 per bungkus dan biasanya setiap hari selama ramadhan omzet mencapai Rp500.000. (ant)

KOMENTAR