Sabang – Meski Pemerintah Kota Sabang gencar mempromosikan lokasi wisata Air Terjun Pria Laot hingga ke mancanegara, kenyataannya kondisi objek wisata itu sangat berbeda. Pemerintah belum mengelola dengan baik, dari jalur masuk hingga penataan lokasinya.

Pantauan Harian Aceh di lokasi air terjun tersebut, Minggu (6/3), banyak kios terbuat dari kayu dan beratap rumbia itu dibangun masyarakat secara sederhana. Begitu juga dengan sistem pemungutan biaya masuk yang belum dikelola baik. Padahal, lokasi wisata itu banyak dikunjungi para turis, baik local maupaun mancanegara.

“Kita membangun kios ini sedikit demi sedikit dari hasil jualan sayuran yang tumbuh di sekitar area ini. Padahal jika pemerintah turun tangan, tempat ini jauh lebih bagus,” tutur Edy, 28,  warga setempat.

Edy dan orang tuanya rela membersihkan jalan setapak untuk mudah dijangkau para turis ke lokasi air terjun itu, dengan harapan kios yang mereka bangun juga tidak sepi.

“Jika pemerintah membangun penginapan dan mengutip biaya masuk secara teratur, otomatis bisa menambah penghasilan pemerintah (PAD),” katanya.

Edy berharap Pemerintah Kota Sabang mau mengembangkan wisata air terjun itu untuk mendongkrak minat turis untuk berkunjung.

“Jika sudah ramai yang berkunjung kemari, kami pun sudah enak cari makan,” harapnya.(crz)

(Harian Aceh)

KOMENTAR