Banda Aceh — Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Provinsi Aceh, Mahdi Muhammad mengatakan bahwa kinerja perekonomian Aceh cukup membanggakan. Hal ini tercermin dari ekonomi Aceh dalam 11 (sebelas) triwulan terakhir secara rata-rata bertumbuh diatas 4 persen years on years (yoy).

“Penguatan perekonomian Aceh terus berlanjut tahun ini, dengan pertumbuhan pada triwulan ke II mencapai 5,21 persen (yoy), sehingga secara keseluruhan pada 2012 ini, ekonomi Aceh diperkirakan akan bertumbuh pada 5,11%-5,24 persen,” katanya, Jum’at (6/12).

Ia menjelaskan, kegiatan konsumsi masih menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Aceh. Di sisi lain, investasi masih tercatat stagnan, belum terlihat tanda-tanda perkembangan kinerja yang menggembirakan.

“Dari sisi penawaran, kontribusi sektor pertanian masih belum tergeser, dampaknya sektor ini masih merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar di Aceh,” ujarnya

Selain itu, tambahnya, pertumbuhan sektor-sektor sekunder seperti sektor Perdagangan, hotel dan restoran (PHR) serta sektor Pengangkutan dan komunikasi pada Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh terus meningkat.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi cukup pesat, tekanan inflasi di Aceh, yang tergambar pada tingkat inflasi Kota Banda Aceh dan kota Lhokseumawe masih dalam level yang amat terkendali,” tukasnya.

Sementara itu, lanjutnya, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan kestabilan harga, tingkat kesejahteraan masyarakat Aceh semakin meningkat. Hal tersebut tercermin pada pendapatan per kapita Provinsi Aceh yang terus mengalami peningkatan.

“Tercatat pendapatan per kapita Aceh tahun 2011 adalah sebesar Rp17,46 juta, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,28 juta. Tingkat kemiskinan Aceh juga mengalami penurunan dari 19,57 persen per Maret 2011 menjadi 19,46 persen per Maret 2012,” tandasnya. (waspada.co.id)

KOMENTAR