Banda Aceh – Sedikitnya, 12 warga Sinabang, Kabupaten Simeulue, dilaporkan mengalami luka berat dan ringan akibat gempa berkekuatan 7,2 pada skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah itu pukul 05.15 WIB, Rabu (7/4/2010).

Petugas Satkorlak PB Aceh Iskandar di Banda Aceh, Rabu, menjelaskan, informasi 12 korban luka berat dan ringan itu merupakan laporan yang diterima dari Pemkab Simeuleu. Disebutkan, dari 12 korban luka akibat gempa itu masing-masing empat mengalami luka parah dan delapan lainnya ringan. Kini mereka dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue.

Simeulue merupakan salah satu dari 23 kabupaten/kota yang wilayahnya berada di kepulauan atau sekitar 100 mil laut dari pesisir pantai barat Provinsi Aceh. Pihak Satkorlak hingga saat ini masih melakukan pendataan korban dan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. “Kami masih terus memantau perkembangan yang terjadi sebagai dampak dari bencana alam gempa tersebut,” katanya menambahkan.

Sementara itu, salah seorang petugas PMI cabang Nagan Raya Ardi menyebutkan, sejauh ini situasi masyarakat di wilayahnya masih panik menyusul merebaknya isu tsunami pascagempa. “Masyarakat masih panik dan sebagian besar mereka mengungsi untuk mencari lokasi dataran tinggi dan menjauh dari permukiman dibibir pantai,” tambahnya.

PMI telah mencoba meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada tsunami. Namun, warga tidak menggubris bahkan ada di antaranya yang sempat marah. “Masyarakat tidak menggubris ketika kami jelaskan bahwa tidak ada tsunami. Bahkan, ada yang sempat marah kepada kami dan mereka tetap mengungsi,” kata petugas PMI tersebut.(*/mic)

KOMENTAR