Mulailah dengan membacakan sebuah cerita. Kemampuan membaca adalah salah satu hal yang perlu dipelajari anak di tahap awal perkembangan dirinya. Pasalnya, membaca adalah salah satu jalan untuk mengantarkan anak untuk memasuki dunia sosial, sekolah, dan aspek kehidupan lainnya.

Anak yang bisa dan sepenuhnya memahami cara membaca akan menjadi anak yang memiliki kepercayaan diri dan termotivasi di semua bidang akademis dan kehidupan.

Masalahnya, ketika kita sebagai orang dewasa merasa membaca adalah perkara mudah, tidak demikian untuk anak kecil. Mengajarkan mereka membaca juga memerlukan trik tersendiri.

Orangtua sebaiknya mengetahui cara mengajarkan membaca sebelum anak bisa melakukan penguraian atas kata-kata yang tercetak. Petunjuk membaca tahap awal adalah tentang bahasa dan tentang bagaimana berbagi bahasa dengan anak Anda.

“Anak-anak yang lebih dalam terlibat aktivitas menggabungkan pengalaman aktif, percakapan yang kaya, dan aktivitas yang terkait dengan tulisan yang tercetak cenderung mampu membangun kemampuan dasar yang diperlukan untuk menjadi pembaca dan penulis sukses,” ujar Dorothy Strickland, periset untuk National Institute for Early Education Research.

Kemudian cara berikutnya adalah mengajarkan huruf alfabet pada anak dan penyebutannya dalam saat bersamaan. Penelitian memperlihatkan bahwa anak-anak belajar lebih baik ketika mereka diajarkan tulisan dan bunyi abjad pada saat bersamaan.

Dalam satu penelitian, 58 anak prasekolah secara acak diminta untuk menerima instruksi dalam tulisan dan suara abjad, suara abjad saja, atau tulisan abjad.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil riset sebelumnya yang menemukan bahwa anak-anak yang meneruma latihan tulisan dan bunyi abjad bersamaan, akan bisa mempelajarinya dengan baik.

Membaca adalah proses bertahap, namun dalam titik tertentu, anak akan siap untuk memahami kata demi kata dalam satu halaman.

Ada beberapa filosofi yang berbeda untuk mengajarkan membaca:

  1. Fonik: Penekanan pada bunyi tulisan dan suara yang tercampur. Pembaca menggunakan fonik untuk mennguraikan kata-kata.
  2. Pengenakan kata: Anak belajar untuk mengenali seluruh kata-kata daripada bunyi individual. Metode ini memfokuskan pada ingatan.
  3. Pengalaman bahasa: Pengajaran membaca dan menulis, terpusat seputar menggunakan kata-kata anak itu sendiri. Anak mungkin mendiktekan sebuah cerita yang kemudian ditulis oleh orangtuanya.

Dari semua itu, Anda bisa memulai dengan membacakan buku kepada anak untuk menginspirasi mereka tertarik untuk membaca. (Womensdish/Dewi Ria Utari/beritasatu)

KOMENTAR