Jakarta — Pemerintah setuju mengalokasikan gas alam cair dari Kilang Tangguh, milik BP Indonesia di Papua untuk Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Teluk Jakarta dan Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Demikian disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita H Legowo kepada INILAH.COM saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Kamis (30/08). Alokasinya setidaknya 1 kargo akan dialokasikan sampai dengan September tahun ini ke FSRU Teluk Jakarta dari Tangguh.

“Sampai dengan September ini hanya 1 kargo. Tapi untuk selanjutnya ada lagi dan agak banyak, maunya ke FSRU Teluk Jakarta dan termasuk untuk PIM,” ujar Evita.

Selain itu pemerintah juga mengalokasikan 40% gas yang diproduksikan dari hasil pengembangan Train 3 Tangguh untuk pasar domestik. Dimana gas tersebut rencananya akan didistribusikan pada 2013. “Tangguh Train 3, 40% ke domestik sudah kita cadangkan mulai 2013,” ujar Evita.

Meski begitu pemerintah harus mempersiapkan kesiapan pasar apakah LNG dari Lapangan Tangguh tersebut dapat diserap oleh domestik. “Kami akan cek terlebih dahulu kesiapannya, tapi 40% sudah kita alokasikan. Tinggal kesiapannya pasar saja,” kata Evita. (inilah.com)

KOMENTAR