Aalborg – Delegasi Provinsi Aceh sejak beberapa hari lalu (9/7), berada di Denmark dalam rangka mempromosikan kawasan itu. Selain mempromosikan wisata, mereka juga mencari investor. Menurut Ir Anwar Muhammad, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh yang memimpin rombongan itu, Aceh ingin mempromosikan kawasan itu kepada dunia. Selain itu ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan selama saat tsunami.

“Kepada bangsa-bangsa di dunia kami terima kasih, karena telah membantu kami selama tsunami. Dan ini mungkin salah satu daripada misi investasi khususnya di Eropa,” katanya seperti yang dikutip Radio Nederland.

Yang dipromosikan, tambahnya, pertama adalah bidang pariwisata terutama ke Sabang, yang memiliki alam yang indah dan alami. Ia menambahkan, potensinya lebih bagus daripada Bali.

Selain itu delegasi ini menyelenggarakan berbagai pertemuan untuk menggalakkan investasi di kawasan ujung utara Sumatra itu. Investasi itu, jelasnya, antara lain adalah di bidang perikanan, pertanian dan agrobisnis.

Selain itu rombongan dari Aceh antara lain menggelar pertemuan dengan pihak pengelola air minum dan juga pengelola sampah. “Kami akan presentasikan peluang-peluang investasi yang ada di Aceh.”

Anwar Muhammad mengharapkan kunjungan ini akan berhasil untuk memasarkan produk-produk Aceh. Dengan bangga ia mengatakan, bahwa kopi Aceh sudah menjadi bahan baku kopi Starbucks.

Selain itu Aceh juga menghasilkan bahan baku coklat, yang sudah diekspor ke luar negeri. “Itu yang diekspor baik ke Malaysia dan negara-negara Eropa itu juga berasal dari Aceh.

Anwar juga menambahkan, bahwa pengelolahan bahan baku itu semuanya dilakukan dengan melindungi lingkungan hidup. Dengan bangga ia menandaskan, Aceh adalah satu-satunya provinsi yang melakukan moratorium pembalakan liar. “Di Aceh hari ini tidak ada yang bisa memotong kayu seenaknya.”

Di bidang pertambangan, tambah Anwar, Aceh juga berusaha untuk mengutamakan kelestarian alam. Di bawah pimpinan gubernur Irwandi, tambahnya, Aceh mempunyai program Aceh Green Vision untuk melestarikan alam.

Banyak pejabat Indonesia, terutama para anggota DPR yang dituduh jalan-jalan kalau mereka berkunjung ke luar negeri. Mereka sering ditutuh menghamburkan uang negara.

Mengomentari hal ini, Anwar Muhammad mengatakan, biaya perjalanan mereka sangat terukur sesuai dengan aturan yang ada. ” Dan kami tidak kemana-mana, kami fokus dengan tugas kami. Setelah itu kami akan kembali.”[*/rnw]

KOMENTAR