Jakarta — Meski bahan baku busana muslim buatan Indonesia didapat dari luar (impor), namun pelaku industri kecil menengah nasional ini tak boleh patah semangat.

Menurut Dirjen IKM Euis, perajin busana muslim harus terus didorong karena potensinya yang besar kedepan. Meski, lanjut dia, kebutuhan untuk bahan baku sutera yang lebih nyaman masih di impor hingga 50 persen Khususnya sutera didatangkan dari Amerika dan China.

Kalaupun ada sutera lokal, namun jumlahnya masih terbatas. “Kita impor bahan kain sutera hingga 50 persen untuk kebutuhan di dalam negeri. Ada bahan baku lokal tetapi belum memenuhi kualitas yang diinginkan konsumen di luar,” jelas Euis, Selasa (31/07).

Namun, dari sisi model dan desain, justru kita unggul tidak ada yang bisa menyaingi. Tak juga Malaysia. Bahkan pengusaha Malaysia datang ke Indonesia hampir 4 kali sebulan memborong pakaian muslim Indonesia.

“Kita tidak khawatir dengan Malaysia. Bahkan mereka banyak belanja di sini karena adanya jor-joran tiket pesawat murah dari salah satu maskapai penerbangan.” (harianterbit.com)

KOMENTAR