Dulmatin (Inilah.com)

Banda Aceh – Jenazah korban penggerebekan Densus 88 Kemarin yang diduga Dulmatin sempat simpang siur, akhirnya terungkap. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membenarkan bahwa tersangka teroris Dulmatin tewas dalam sebuah penyergapan polisi di Pamulang, Tangerang Selatan.

“Saya mendapat berita dari Tanah Air, setelah Indonesia melumpuhkan dua tokoh teroris Dr Azahari dan Noordin Mohamad Top yang mengganggu Indonesia, yang mengganggu Asia Tenggara,” ujar Yudhoyono dalam jamuan makan siang menjelang Pidato di Parlemen Australia di Canberra.

“Alhamdulillah, kepolisian Indonesia telah melumpuhkan satu tokoh teroris Asia Tenggara, Dulmatin, yang kemarin telah dilumpuhkan dalam operasi kepolisian di Jakarta,” lanjut Yudhoyono.

Tewasnya Dulmatin akan disambut dengan semangat di Australia karena setengah dari hampir 200 korban pemboman Bali adalah warga Australia.

Aparat kepolisian Indonesia menyatakan telah menewaskan tiga tersangka militan dalam dua penyergapan hari Selasa.

Namun Kepolisian Indonesia belum mengukuhkan bahwa Dulmatin adalah tersangka dalang pemboman Bali tahun 2002 diantara tiga orang itu.

Penyeragapan itu dikatakan berkaitan dengan operasi terhadap militan di Propinsi Aceh yang menyebabkan sejumlah orang ditangkap.

Tes DNA

Sementara Wakil Presiden Boediono juga mengakui hal yang sama berdasarkan hasil tes DNA. Boediono memastikan satu dari tiga jenazah yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan, kemarin adalah Dulmaltin.

“Saya sampaikan satu hal yaitu, bahwa dari tiga jenazah yang diidentifikasi, confirmed antara lain dari pengujian DNA salah satunya adalah jenazah saudara Dulmaltin,” kata Boediono.

Hal itu disampaikan Boediono usai bertemu dengan Kapolri Jendaral Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/3/2010).

Sebelumnya, BHD menyampaikan laporan kepada Boediono. Kapolri pun turut mendampingi dalam jumpa pers tersebut.

“Saya mendapatkan laporan dari kapolri mengenai hasil-hasil operasi Polri memberantas terorisme di Pamulang, dan saya mendapatkan laporan cukup utuh,” kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.(*/bbc/detik/inilah)

KOMENTAR