San Francisco – Pendukung kebebasan sipil Amerika Serikat pada Selasa (27/3) menyatakan bahwa FBI terlibat secara diam-diam dalam mengumpulkan intelijen tentang umat Islam di wilayah San Francisco Bay awal tahun ini. FBI juga diam-diam mengumpulkan rincian tentang khotbah yang disampaikan di masjid.

Persatuan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) menyerukan penyelidikan terhadap pengumpulan data-data yang dilakukan FBI tersebut. Seruan ini mengutip praktek penyelidikan antara 2004 dan 2008 yang menimbulkan kemungkinan terjadinya pelanggaran privasi.

Namun saat dikonfirmasi, FBI membela aksi yang dilakukannya. FBI, seperti dilaporkan Reuters, menyatakan bahwa informasi yang dikumpulkan mereka sebagai bagian dari kewenangan aktivitas penegak hukum. Sebagian lainnya, diakui FBI, dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan dengan komunitas Muslim.

Pemantauan polisi terhadap organisasi Muslim telah menjadi perhatian seluruh negeri. Menurut laporan Associated Press, Departemen Kepolisian New York menjaga ‘label’ di lingkungan Muslim di New York dan sekitarnya dengan mengirim petugas yang menyamar ke dalam masjid, dan ikut pertemuan kelompok kampus dan bisnis lokal, serta membuat catatan dari apa yang mereka temukan.

ACLU mengatakan, catatan yang diperoleh melalui permintaan Freedom of Information Act menunjukkan bahwa agen FBI mengunjungi Masjid Seaside di California Utara sebanyak lima kali pada 2005. Personil pemerintah mendokumentasikan subyek khotbah dan diskusi tentang pembelian properti untuk sebuah masjid baru. (pelita online)

KOMENTAR