Banda Aceh, Seputar Aceh – Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himas) FKIP Unsyiah  menggelar training jurnalistik di Gedung Training Centre Training Unsyiah, Sabtu (14/11). Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan minat tulis mahasiswa yang dinilai mulai melemah pasca konflik Aceh.

Pemateri yang hadir pada training anata lain Ampun Devayan, Redaktur Serambi Indonesia, Muktaruddin Yakob, Ketua Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Banda Aceh, Taufik Al Mubarak, Redaktur Pelaksana Harian Aceh, Yayan Zamzami serta Maimun Saleh dari Acehkita.

“Dengan menulis anda telah memberikan suatu pemahaman berpikir bagi para pembaca. Saat ini, hal tersebut masih sangat kurang dan ditinggalkan oleh aktivis mahasiswa sekarang,” kata Ampun Devayan.

Sementara Ketua AJI Banda Aceh, Muktaruddin menjelaskan bahwa menulis itu hanya membutuhkan keinginan untuk berbuat. “Maka yang terpenting adalah mempraktekan menulis sesering mungkin. Tidak perlu mengetahui banyak teori, tetapi tidak pernah mempraktekannya secara langsung,” kata dia.

“Yang menjadi dasar dari penulis sebenarnya hanyalah kemauan. Ini yang sangat sulit dicari pada diri mahasiswa sekarang. Yang saya lihat masih lebih mementingkan kuliah, serta demo karena isu rutin,” papar Taufik Al Mubarak.

Terlepas dari semua itu, Mujiburrahman, Ketua Himas FKIP Unsyiah, juga mengatakan kegiatan yang diadakan oleh pihaknya ini bertujuan untuk membangkitkan lagi semangat penulis-penulis yang berasal dari kampus. Saat ini, penulis dari kampus dinilai sudah sangat berkurang pasca konflik dan tsunami.

“Kita ingin hasil dari training ini akan kembali menumbuhkan semangat para mahasiswa untuk dapat mengkritisi kebijakan pemerintah dan rektorat melalui tulihan. Kegiatan ini sendiri kita laksanakan selama satu hasi penuh, tetapi akan ada kelanjutannya di kemudian hari,” kata Mujib

KOMENTAR