Idi Rayeuk – Dua gajar liar dalam beberapa hari terakhir sangat meresahkan warga beberapa Desa d ipedalaman kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur. Akibat ulah binatang berbelalai itu sedikitnya 100 batang pohon sawit warga dalam waktu satu malam porak poranda ditumbangi binatang besar itu.

Geuchik Lhok Dalam Ilyas (40), Senin (29/3/2010) mengatakan, tentang Po Meurah (gajah -Red) merusak tanaman warga di Desanya  tidak kunjung habis, dalam tahun 2010 ini sedikitnya 40 hektar tanaman sawit warga di Desa Lhok Dalam, Lhok Meureu, Seunubok Teungoh, dan Desa Senubok Kulam, hancur akibat amukan binatang besar itu.

“Ditahun sebelumnya kita tidak  sanggup hitung lagi berapa hektar tanaman sawit warga yang telah musnah akibat amukan gajah, pokoknya warga tidak bisa berbuat apa-apa lagi, coba bayangkan dalam satu malam saja seperti malam kemarin sedikitnya 100 batang sawit warga hancur berantakan, “ terang Ilyas.

Ilyas menambahkan, beberapa bulan terakhir binatang tersebut jarang muncul, namun dalam beberapa hari terakhir gajah yang telah membuat warga resah telah datang kembali, meskipun sekarang ini hanya  dua ekor saja tapi juga sangat meresahkan pekebun, katanya.

Warga beberapa Desa didaerah tersebut telah melakukan upaya-upaya pengusiran dengan cara tradisional, yaitu menghidupkan meriam bambu , doa bersama dan pengejaran dengan obor, namun binatang tersebut tidak menggubrisnya.

Harapan kita, semoga Pemkab Aceh Timur untuk mendapat mengambil langkah yang terbaik untuk mengusir gajah-gajah liar tersebut, agar para petani yang mempunyai lahan sawit dapat meraih hasil yang maksiomal, kalau kayak begini terus , “kami para petani dan pekebun tidak mendapatkan hasil apa-apa, dan bias-bisa habis modal semua, “ ucap Ilyas lagi.

“Dia juga meminta  kepada tim BKSDA Provinsi Aceh FFI segera turun ke kecamatan kami  dengan ikut menyertakan gajah terlatih, guna mengatasi keresahan masyarakat dari ancaman satwa liar ini, “ungkap Ilyas seraya berharap, kawanan gajah tersebut bukan hanya dihalau lagi ke habitatnya tetapi ditangkap. Kalau di halau mereka khawatir pada suatu saat nanti gajah akan balik lagi.(*/ha/cis)

KOMENTAR