Jakarta — Sebagai bagian dari strategi peningkatan ketahanan pangan nasional, tahun ini SKK Migas terus mengamankan pasokan gas untuk pabrik pupuk Indonesia. Rabu (26/3) kemarin, telah disepakati pengiriman kargo Liquefied Natural Gas (LNG) kedua di bulan April dari kilang Tangguh di Papua, yang ditujukan untuk PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) di Lhokseumawe, Aceh.

Pengiriman secara bertahap tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan pabrik pupuk tersebut, sesuai surat yang dilayangkan PT PIM pada tanggal 29 Januari 2013 lalu, perihal kebutuhan gas PT PIM. Pengiriman selanjutnya akan terus direalisasikan hingga mencapai total enam kargo LNG.

“Kami akan terus melanjutkan realisasi pasokan gas untuk pabrik pupuk di Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan Nasional. Untuk itu, tanggal 26 Maret telah dilakukan Penandatanganan Perjanjian Penjualan 5 (lima) dari 6 (enam) kargo LNG Tangguh kepada PIM untuk Tahun 2013,” papar Deputi Pengendalian Komersial SKK Migas, Widhyawan Prawiraatmadja, di Jakarta, Kamis (27/3).

Sebelumnya, pada tanggal 25 Februari 2013, telah dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Penjualan 1 (satu) dari 6 (enam) kargo LNG Tangguh kepada PIM untuk Tahun 2013.

Dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli tahap kedua tersebut, maka pasokan gas yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik pupuk tersebut selama tahun 2013 telah terpenuhi. Perjanjian itu sendiri melibatkan beberapa pihak penandatangan, yang terdiri dari SKK Migas, PT Pertamina (Persero), ExxonMobil Indonesia, PT PIM, dan BP Berau, Ltd.

Jaminan terpenuhinya pasokan gas tersebut tentunya disertai dengan harapan, bahwa pabrik pupuk tersebut dapat memproduksi pupuk yang akan digunakan oleh para petani Indonesia untuk meningkatkan kesuburan tanaman yang ditanamnya. (tambang.co.id)

KOMENTAR