Yerusalem — Israel menyatakan serangan atas seorang komandan militer Hamas di Jalur Gaza, Rabu (14/11), menandai dimulainya kembali operasi militer terhadap militan Gaza.

Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Avital Leibovitch seperti dikutip AP menjanjikan, operasi militer yang lebih luas akan berlanjut paskaserangan itu.

Kembali digelarnya operasi yang menarget senior Hamas mendapat persetujuan kepala militer Israel.

Situs Pertahanan Israel menyebutkan, Kepala Staf Letnan Jenderal Benny Gantz telah menyetujui serangan luas terhadap organisasi teroris di Gaza.

“Sebagai bagian dari program ini, baru saja, Angkatan Udara Israel (IAF) menyerang Al-Jaabari dan pejabat senior lainnya dari Sayap Militer Hamas, yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan puluhan serangan, termasuk penculikan [tentara Israel] SFC Gilad Shalit, “katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, serangan udara Israel di tengah Jalur Gaza, sore tadi (14/11) menewaskan seorang pimpinan sayap militer Hamas Ahmed Al-Jaabari. Jaabari adalah pejabat paling senior Hamas yang tewas sejak invasi Israel di Gaza empat tahun lalu.

Jaabari telah lama menduduki daftar paling dicari Israel. Israel menuduhnya tokoh yang berada di balik penculikan tentara Israel Gilad Schalit pada tahun 2006. (suaramerdeka.com)

KOMENTAR