Medan – Jumlah SPBU Pertamina di Region I yang meliputi Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat, Riau dan Kepulauan Riau tahun ini diperkirakan bertambah sekitar 50 unit dari 665 yang sudah ada saat ini.

“Lumayan banyak peminat investasi SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) dan Pertamina memang berupaya memperbanyak SPBU untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ada rencana penambahan sekitar 50 unit,” kata General Manager Fuel Retail Marketing Region I PT (Persero) Pertamina, Gandhi Sriwidodo, di Medan, Minggu (27/5).

Dia mengatakan itu seusai kegiatan Enduro Spirit Sehidup Sematic 2012 di Medan yang dilakukan serentak dengan empat kota lainnya yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar.

Acara yang digelar dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional, juga dilaksanakan untuk mencatatkan rekor versi Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI dalam hal pergantian oli motor matik secara serentak dan terbanyak di Indonesia.

Dari 50 unit rencana penambahan SPBU baru itu, sebanyak 12 SPBU ada di Sumut. SPBU baru itu, kata Gandhi, diwajibkan menyediakan pompa pertamax sejalan dengan rencana pemerintah membatasi penjualan BBM bersubsisi.

Dengan banyaknya SPBU menjual pertamax, maka rencana pemerintah untuk membatasi penjualan BBM bersubsidi tidak menyulitkan konsumen karena semakin banyak pilihan BBM itu. Penggunaan pertamax sendiri digalakkan untuk semakin memelihara lingkungan mengingat pertamax adalah BBM yang ramah lingkungan.

Selain mewajibkan SPBU baru menyediakan pertamax, kata dia, Pertamina secara perlahan juga sudah menginstruksikan pengusaha SPBU Pertamina lama juga melakukan hal serupa.

“Kalau tidak menambah investasi baru dengan menambah pompa untuk penjualan pertamax, pengusaha bisa menyediakan pertamax itu dengan cara memanfaatkan pompa lama yang sebelumnya untuk premium atau solar,” katanya.

Asisten Manager External Relation PT Pertamina Pemasaran Region I, Fitri Erika, menambahkan, dewasa ini dari sebanyak 665 SPBU di Region I, yang menjual pertamax masih 187 SPBU.

“Makanya Pertamina terus berupaya mengajak investor untuk membangun SPBU baru maupun lama untuk menyediakan pertamax di setiap SPBU-nya,”katanya.

Di Atas Kuota Erika menyebutkan, penyaluran BBM di Sumut hingga Mei ini dipastikan juga masih tetap di atas kuota.

“Indikasi itu mengacu pada masih tetap tingginya permintaan ditengah meningkatnya jumlah kenderaan khususnya roda dua,”katanya Hingga triwulan I, penyaluran BBM di Sumut untuk jenis premium dan solar sudah 18 dan 11 persen di atas kuota.

Penyaluran premium sebanyak 512.615 kiloliter (kl) dari kuota hanya 433.593 kl, sementara solar lebih 11 persen atau sebanyak 365.556 kl dari kuota yang hanya 329.224.

Padahal, kata dia, tahun ini, kuota untuk Sumut juga lebih rendah dari 2011. Premium tinggal 1,3 juta kll dari 1,4 juta kl tahun lalu dan solar menjadi 900.000 kl dari 1 juta kl.

“Untuk tetap bisa menjaga kepentingan rakyat, Pertamina semakin meningkatan pengawasan penyaluran dan penjualan BBM bersubsidi itu agar tidak disalahgunakan pengusaha SPBU maupun konsumen nakal dengan berbagai cara,”kata Erika. (metrotvnews)

KOMENTAR