Banda Aceh – Para elemen sipil dan media massa diharapkan tidak mudah tergiring dengan isu terorisme di Aceh karena dapat menyeret daerah ini kembali ke ranah konflik.

“Saya meminta elemen sipil berhati-hati menanggapi isu terorisme ini. Kesalahan menyikapi kasus ini akan dimanfaatkan pihak tertentu untuk mensetting keadaan Aceh di masa datang,” kata pengamat teroris Bustaman dalam diskusi terbuka di Forum LSM Aceh, Kamis (11/3/2010).

Bustaman mencium adanya settingan pihak tertentu untuk mempertahankan isu terorisme di Aceh. Isu ini dinilai hanya akan mengurung Aceh seperti Afghanistan, Irak, Sudan serta Yaman. Sementara yang berkepentingan bermain di tengah isu tersebut adalah internasional.

“Untuk mencegah hal ini, elemen sipil harus menghentikan lompatan-lompatan logika yang tidak memiliki bukti kuat. Yang dikatakan Polri tidak semuanya benar, bahkan korban tewas selama ini bisa jadi lebih dari satu,” jelasnya.

Pada diskusi mengupas isu terorisme di Aceh yang digelar Forum LSM, Kamis (11/2010)/ juga dihadiri berbagai perwakilan elemen sipil dan sejumlah pimpinan media lokal Aceh.

Pemimpin Redaksi Harian Aceh Ariadi B Jangka dalam diskusi itu mengaku sependapat Bustaman. Ariadi juga menyatakan, sampai sekarang belum ada bukti kuat mengenai keberadaan terorisme di Aceh.

“Karena itu, kami sangat berhati-hati memberitakannya,” kata Ariadi.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh Muktaruddin Yakob menambahkan wartawan di Aceh sudah jenuh dengan keadaan perang. Namun yang menggembar-gemborkan ‘teroris Aceh’ selama ini hanya media nasional.

“Bahkan kita sudah menyurati TV One menyangkut berita mereka selama ini. Peran media untuk mempertahankan perdamaian sangat penting,” tutur dia.

Sementara Koordinator KontraS Aceh Hendra Fadli menyatakan komitmen elemen sipil untuk mempertahankan perdamaian di Aceh. Mereka juga menolak kekerasan terhadap masyarakat selama operasi kepolisian.

”Aparat harus mengedepankan keselamatan masyarakat dan transparan. Polisi juga harus memastikan operasi yang mereka lakukan secara terukur dan proposional sehingga tidak memakan korban sipil,” akhiri dia.(*/ha/crd)

KOMENTAR