Sigli – Kelulusan siswa SMA/MA se-Kabupaten Pidie pada UN tahun ini persentasenya semakin membaik, yakni 99,03%. Dari jumlah 5618 siswa peserta UN di Pidie, 5589 orang dinyatakan lulus, sementara hanya 55 orang saja diantaranya yang dinyatakan gagal.

Pencapaian tersebut diyakini lebih baik dari pencapaian angka kelulusan siswa tahun sebelumnya, yang hanya mencapai angka 98,84% dari total 5496 orang siswa peserta UN nya. Fakta tersebut merupakan hal yang sangat benggembirakan bagi para pelaku pendidikan dan berbagai pihak di Pidie.

Demikian pengakuan Drs Bukhari Tahir MPd Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie kepada andalas, Jum’at (25/5). Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan hasil kerjasama yang baik antara pihaknya dengan para kepala sekolan, guru, serta para orang tua murid, dalam upaya mendukung terlaksananya berbagai kegiatan di sekolah sebelum pelaksanaan UN.

Berbagai kegiatan dimaksud antara lain kata Bukhari, pelaksanaan sosialisasi kepada kepala sekolah, guru, siswa, orangtua siswa dan komite sekolah, pelaksanaan kegiatan tambahan jam pelajaran sore hari, upaya try out, serta usaha membina secara khusus bagi para siswa yang kehadirannya di sekolah sangat kurang,” jelas Bukhari.

Jadi menurutnya, keberhasilan pihaknya dalam pencapaian jumlah kelulusan siswa SMA di Kabupaten Pidie yang lebih baik tahun ini, bukanlah semata– mata keberhasilan pihaknya sebagai pelaku pendidikan saja. Namun, lebih dari itu adalah merupakan keberhasilan bersama yang pantas disyukuri secara bersama–sama pula. ”Dari sejumlah upaya yang kita lakukan itu, kita sangat berterimakasih kepada berbagai pihak, orangtua murid, kepala sekolah, komite sekolah, dan yang utama adalah kepada para guru yang dengan usaha mereka, daya serap siswa peserta didik semakin membaik,” jelas Bukhar.

Namun, dia berpesan kepada para siswa yang dinyatakan lulus, pada saat usai melihat pengumuman tentang kelulusannya itu, agar tidak melampiaskan kegembiraannya dengan aksi coret–mencoret baju, serta aksi balap–balapan di jalan raya. ”Saya telah menyampaikan kepada kepala sekolah masing–masing siswa, agar melarang siswanya melakukan aksi coret baju dan balapan di jalanan. Dari pada mereka melakukan itu, kan lebih baik mereka fokuskan fikiran mereka untuk langkah kedepannya,” pinta Bukhari.

Sebab menurut dia, langkah mereka ke depan, ketingkat yang lebih tinggi akan semakin berat. Persaingan di perguruan tinggi akan semakin ketat. Jadi, janganlah mengedepankan eforia yang terlalu berlebihan, sementara tangtangan mereka didepan semakin berat. Hal itu dimaksudkan, agar apa yang telah mereka capai hari ini, ke depannya bisa mereka raih lagi dengan hasil yang lebih baik. (andalas)

KOMENTAR