Jenewa — Mantan Sekjen PBB Kofi Annan menyatakan akan mundur dari jabatannya sebagai utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah, saat masa tugasnya selesai akhir bulan ini (Agustus -red).

Hal ini disampaikan Annan dalam sebuah konferensi pers di Jenewa pada hari Kamis (02/08) lalu. Dalam kesempatan itu ia mengecam pemerintahan presiden Suriah Bashar al-Assad.

Ia juga mengkritik Dewan Keamanan PBB yang mengalami perbedaan pendapat antara Rusia dan Cina di satu sisi dan negara-negara barat di sisi lain. Menurutnya di saat masyarakat Suriah sangat memerlukan tindakan, di Dewan Keamanan justru terus terjadi saling tuding.

Sejak menduduki jabatannya pada bulan Februari, Annan terus berusaha menyelesaikan krisis di Suriah dengan melakukan mediasi antara pemerintahan Assad dan pihak oposisi.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan ia akan menerima pengunduran diri Annan dengan berat hati dan akan mulai mencari calon penggantinya.

Reaksi Atas Pengunduran Diri Annan

Pemerintahan di berbagai belahan dunia memberikan reaksinya atas pernyataan pengunduran diri utusan khusus PBB untuk Suriah, Kofi Annan.

Rusia menyampaikan penyesalannya, sementara Amerika Serikat dan pihak oposisi Suriah mengatakan, pengunduran diri Annan menyoroti adanya kegagalan pada tingkat tertinggi di tubuh PBB. (*/NHK World)

KOMENTAR