Pawang boat melewati krueng Teunom (Foto Iqbal/SeputarAceh.com)
Pawang boat melewati aliran Krueng Teunom (Foto Iqbal/SeputarAceh.com)
Pawang boat melewati krueng Teunom (Foto Iqbal/SeputarAceh.com)
Pawang boat melewati aliran Krueng Teunom (Foto Iqbal/SeputarAceh.com)

KABUPATEN Aceh Jaya menyimpan banyak keindahan alam, selain panorama pesisir pantai dan laut lepas yang indah, namun juga keindahan alam yang begitu indah.

Krueng Teunom salah satunya, sungai yang memiliki panjang hingga 52 kilometer ini berhulu dari Cot Kuala, Kecamatan Mane tepatnya di Kabupaten Pidie.

Jika bertandang ke sungai ini, kita bisa menempuh lewat jalan lintas barat yakni jurusan Banda Aceh – Aceh Jaya, tepatnya di Kecamatan Teunom lalu berlanjut masuk ke pedalaman sekitar 30 kilometer, yakni di Gampong Alue Jang dan Sarah Raya, Kecamatan Pasi Raya.

Selain disuguhi dengan ribuan kubik air, sepanjang aliran krueng Teunom kita juga akan menjumpai tebing-tebing tinggi (karts) yang dihuni oleh sejumlah satwa liar flora dan fauna serta hutan belantara yang masih asri.

Bagi masyarakat setempat, krueng Teunom menjadi salah satu sumber mata pencahariannya untuk mendapatkan ikan serta sebagai sumber air bersih dan untuk mengairi area persawahan masyarakat.

Air Terjun dan Tubing

Menyusurui Krueng Teunom, selain dihadapkan dengan alam yang asri, Anda juga akan menemukan sejumlah spot menarik seperti air terjun serta beberapa titik untuk arung jeram yang berarus ringan dengan menggunakan ban dalam mobil (tubing).

Selain itu, ketika menyusuri Krueng Teunom kita juga akan berjumpa dengan sejumlah anak sungai yang air-airnya begitu jernih, sehingga bisa langsung minum. Ditambah lagi dengan pemandangan tebing-tebing kapur yang dari celah-celah bebatuan yang saling berhimpitan meneteskan air.

Tentu masih banyak spot menarik lainnya yang akan kita jumpai di Krueng Teunom ini, sarang lebah yang hidup di puncak-puncak tebing, musim kupu-kupu yang bergerombolan, serta pohon-pohon yang digelantungi oleh kelelawar.

Untuk menjaga keindahan Krueng Teunom, akan terus diharapkan partisipasi masyarakat setempat untuk saling mengawasi terlebih bagi pendatang yang tidak dipandu langsung oleh guide atau tour operator. Semoga saja, keindahan Teunom bisa terus lestari dan mampu menghasilkan pendapatan bagi masyarakat setempat.[]

KOMENTAR