Surabaya — Meski relatif mahal, namun fakultas kedokteran jalur mandiri Unair tetap jadi rebutan. Bahkan diprediksi, pendaftar diprogram studi ini jalur mandiri mencapai 2.000 lebih.

Sementara daya tampung atau pagu di program studi ini cuma 100 kursi. “Kami prediksi, tahun ini peminat jalur mandiri meningkat. Sampai berapa, bisa mencapai sepuluh persen. Terutama program studi pendidikan dokter,” kata Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Unair Dian Agustia.

Bercermin pada jumlah peminat tahun lalu, program studi favorit ini diserbu hingga 1.797 siswa. Mereka tentu dari kalangan menengah ke atas. Padahal tahun lalu, besaran minimal SP3 Rp 175 juta. Ribuan peminat ini memperebutkan 100 kursi.

Jalur mandiri Unair, adalah jalur non-SNMPTN. Mereka yang tidak diterima melalui jalur undangan dan tulis SNMPTN, jika masih ingin kuliah di Unair bisa melalui jalur mandiri ini. Dulu, jalur begini dikenal dengan kelas extension.

Meski jalur mandiri, namun perkuliahan mereka di Unair nanti akan jadi satu. Dengan pelayanan dan fasilitas yang sama. Namun, mereka memang tidak masuk subsidi pemerintah. Pagu jalur mandiri adalah 40 persen dari total pagu. Total pagu unair hampir 5.000. Tahun lalu pagunya 4.710.

Selain kedokteran, jalur mandiri yang banyak diserbu adalah dokter gigi dengan peminat tahun lalu sebanyak 939 dengan pagu 68. Kesehatan masyarakat peminat 1.446 pagu 80. Manajemen 1.712 pagu 140, akuntansi diserbu 1.442 pagu 140, dan hukum peminat 853 dengan pagu 88.

Kedokteran menjadi rebutan lantaran faktor kepercayaan masyarakat. Meski Dian mengklaim bahwa kampusnya yang memberikan fasilitas terbaik. “Daripada di kampus swasta atau kampus lain, biayanya masih tinggi,” kata Dian.

Sejumlah kampus di Surabaya yang membuka kedokteran di antaranya Universitas Hang Tuah, Universitas Wijaya Kusuma dan Univeritas katolik Widya Mandala. (Surya Online)

KOMENTAR