Bireuen, Seputar Aceh – Satu unit pabrik Pengolah Kelapa Sawit (PKS) milik pemerintah daerah di Desa Bunyet, Kecamatan Juli, Bireuen terancam jadi besi tua. Pabrik yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu kini terbengakalai.

Sejumlah warga setempat, Senin (7/12) mengatakan, pabrik pengolah sawit itu sudah lama terbengkalai, bahkan sebagian bangunan pabrik telah ditutupi semak belukar. “Sudah lama seperti itu, bahkan sebagian besar peralatan pabriknya berkarat. Sedangkan di samping bangunanya telah ditutupi semak belukar,” kata Ahmad (51) warga Bunyet Juli.

Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan (PDP) Bireuen, Kesuma Facrida, yang dihubuhungi secara terpisah mengatakan, pabrik tersebut sudah diambil alih dan sedang dilakukan pelelangan dengan pihak lain oleh Disperindagkop Bireuen.

Informasi sementara yang diterima, pabrik tersebut akan disatukan dengan pabrik biodisel dan rencananya akan dijadikan satu paket yakni pabrik bioindustri. “Sebelumnya tidak difungsiknnya pabrik biodisel itu akibat kelangkaan bahan baku jarak, sehingga pabrik tersebut diambil alih oleh Disperindagkop termasuk pabrik pengolah kepala sawit mini itu,” kata Facrida.

Kata Facrida, saat ini kedua pabrik tersebut sedang dalam proses lelang dengan pihak kontraktor dari Banda Aceh, dan PDP sendiri hanya menunggu untuk pengolaan hasil yang akan dilakukan oleh pihak pelaksana pabrik.

“Tapi hingga kini, saya belum tahu sejauh mana proses pelelangan tersebut, karena hal itu ditangani oleh Disperindagkop Bireuen,” kata Facri.[sa-ful]

KOMENTAR