Banjarbaru – Personil Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan, siap menindak langsung siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat yang konvoi usai kelulusan ujian nasional.

“Kami akan menjatuhkan sanksi tilang terhadap siswa yang melakukan konvoi di jalanan usai pengumuman ujian nasional,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banjarbaru, AKP Suparno, Kamis (24/5).

Pernyataan itu disampaikan sebagai langkah antisipasi pihak kepolisian terhadap aksi konvoi siswa SMA dan sederajat yang kemungkinan terjadi usai menerima kabar kelulusan ujian nasional pada Sabtu (26/5).

Menurut kasat lantas, aksi konvoi yang terdiri dari sejumlah kendaraan terutama roda dua dipastikan akan mengganggu lalu lintas di setiap ruas jalan yang dilewati rombongan kendaraan tersebut.

Disisi lain, aktivitas peserta konvoi yang biasanya ugal-ugalan dan tidak dilengkapi peralatan pengaman seperti helm juga membahayakan pengguna jalan lain sehingga harus ditertibkan.

“Aktivitas yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lain merupakan pelanggaran sehingga pelakunya harus dijatuhi sanksi tilang sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Dikatakan, pihaknya menurunkan sebanyak 40 personil baik yang ditempatkan di sejumlah ruas jalan maupun personel yang berjaga-jaga di sekitar lingkungan sekolah dna ditugaskan mencegah aksi konvoi.

“Personil yang ditempatkan di sekitar lingkungan sekolah bertugas mencegah aksi konvoi, tetapi jika tetap konvoi dan keluar lingkungan sekolah maka langsung ditilang,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Ahmadi Arsyad mengatakan, pihaknya mempersilahkan kepolisian menindak siswa yang melakukan aksi konvoi saat merayakan kelulusan sekolah.

“Kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan pengumuman ujian nasional ke Polres untuk mengantisipasi aksi konvoi sehingga apabila masih ada konvoi silahkan polisi menindaknya,” ujar dia.

Ditambahkan, pihaknya sudah mengantisipasi aksi konvoi siswa dengan menginstruksikan setiap sekolah agar mengingatkan siswanya tidak konvoi termasuk corat-coret seragam sekolah usai kelulusan.

“Merayakan kelulusan tidak harus dengan konvoi atau corat-coret baju seragam tetapi akan lebih baik jika mensyukurinya dan menyumbangkan seragam kepada orang lain yang membutuhkan,” pesannya. (ant)

KOMENTAR