Banda Aceh — Aceh memiliki potensi kopi yang luar biasa, dengan luas areal penanaman 120.741 ha yang tersebar di hampir semua Kabupaten/Kota, perkebunan kopi dimiliki oleh 105.213 keluarga petani, yang menggantungkan hidup dari menanam tumbuhan penyegar itu.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Aceh Ir Fakhruddin Polem mengatakan, dataran tinggi Gayo merupakan wilayah yang sangat potensial untuk tanaman itu, terutama kopi jenis Arabica, di areal Kabupaten Bener Meriah saja ada 33.029 Kepala Keluarga menggantungkan hidup dalam usaha berkebun kopi.

Di Aceh Tengah 37.361 keluarga menanam kopi untuk menyambung kehidupan, di kabupaten Gayo Lues ada 7.155 keluarga menghijaukan pegunungan dengan tanaman kopi, tanaman penghasil devisa itu juga ditanam menyebar oleh petani Aceh lainnya diberbagai kabupaten.

Dari areal kopi seluas itu, petani kopi di Aceh menghasilkan 52.280 ton biji kopi, dengan rincian jenis arabica 44.975 ton dan kopi robusta 7.305 ton setiap tahun, sehingga tanaman itu menjadi primadona di tiga Kabupaten utama Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.

Sementara itu 80 persen produksi kopi Arabica yang dihasilkan dataran tinggi Gayo diekspor keluar negeri, sedikit sekali untuk komsumsi lokal, kata Fakhruddin, masyarakat Aceh Tengah kini sedang menikmati nilai tambah tinggi dari hasil processing dan kegiatan pasca panen lainnya, dimana kegiatan tersebut menentukan kualitas dan nikmatnya rasa kopi. (harianterbit.com)