Jakarta — Provinsi Bengkulu menjadikan bunga raflesia yang banyak tumbuh di hutan hujan tropis wilayah itu sebagai daya tarik wisata sekaligus menggunakan bunga itu sebagai branding resmi pariwisata provinsi; “Discover Bengkulu the Land of Rafflesia”.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Sapta Nirwandar di Jakarta, Jumat (15/3) lalu, mengatakan, Bengkulu mempunyai obyek wisata alam berupa hutan hujan tropis sebagai habitat bunga Rafflesia dan dapat dikunjungi langsung oleh wisatawan setiap saat.

“Jadi memang layak kalau Bengkulu mengklaim sebagai ‘Bumi Rafflesia’ kemudian dijadikan sebagai branding ‘Discover Bengkulu the Land of Rafflesia’,” kata Sapta.

Pihaknya juga bertekad untuk menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

Dengan adanya daya tarik wisata baru maka diharapkannya akan menambah khasanah daya tarik pariwisata nasional.

Sementara itu Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengatakan, pihaknya menaruh harapan pada sektor pariwisata agar dapat mengatasi ketertinggalan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada industri kerakyatan.

“Kami mengharapkan kiranya tiga ‘major event’ ini dapat ditetapkan dan masuk dalam calendar of events pariwisata nasional pada Kemenparekraf. Kami mohon dukungan Kemenparekraf untuk mempromosikan Bengkulu dengan branding ‘Discover Bengkulu the Land of Rafflesia’ sekaligus sebagai upaya untuk mencitrakan rafflesia sebagai puspa langka nasiona,” kata Junaidi Hamsyah.

Kemenparekraf sendiri sedang memfasilitasi penyelenggaraan Calender of Events Pariwisata Semarak Pesona Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu yang terdiri atas acara berskala nasional dan internasional yakni; Festival Bumi Rafflesia, Festival Pantai Rafflesia (Rafflesia Beach Festival), dan Festival Tabot sebagai “major event” pariwisata Bengkulu.

Kegiatan Festival Bumi Rafflesia akan berlangsung di Provinsi Bengkulu pada 27-30 Juni 2013.

Festival ini akan menampilkan daya tarik wisata alam (eco tourism) yang dilatarbelakangi fakta sejarah bahwa bunga terbesar di dunia Rafflesia Arnoldi pertama kali ditemukan di Bengkulu pada 20 Mei 1818 oleh Gubernur Jenderal Inggris Raffles dan ahli botani dr. Arnoldi.

Serangkaian acara akan menyemarakkan festival ini seperti membatik kolosal nasional, triathlon nasional, lari 10 km nasional, off road nasional, pergelaran seni budaya, lomba cipta lagu daerah, pemilihan putri pariwisata, serta pameran dan bazar. Untuk kegiatan Festival Pantai Rafflesia (Rafflesia Beach Festival) rencananya akan berlangsung di Kota Bengkulu pada 27-31 September 2013.

Potensi bahari Festival ini dilatarbelakangi potensi bahari perairan laut Bengkulu dengan pulau-pulau kecil dan pantai pasir putih serta vegetasi cemara laut dengan eksotisme suasana senja hari.

Dalam festival ini digelar acara antara lain; kompetisi surfing nasional, voli pantai nasional, sepeda lintas alam nasional, kuliner laut, Bengkulu expo, pemilihan Bujang Gadis Bengkulu, pergelaran seni budaya, serta pameran ekonomi kreatif, produk perikatan, hasil perkebunan, produk peternakan dan hortikultura.

Selain itu akan berlangsung even Kemilau Sumatera pada 27-30 September 2013.

Sementara itu Festival Tabot akan berlangsung pada 1 hingga 10 Muharram kalender Hijriah atau 4-14 November 2013. Festival Tabot merupakan peristiwa wisata budaya yang berawal dari tradisi ritual sebagian masyarakat Bengkulu (keluarga kerukunan Tabot) yang dikemas dalam bentuk festival dengan menambah kegiatan penunjang yang berbasis pada kearifan lokal dan industri kreatif.

Festival yang berlangsung setiap tahun ini dimeriahkan dengan acara pameran dan bazar produk unggulan daerah, cinderamata, seni kriya dan makanan khas daerah atau wisata kuliner. (ant)

KOMENTAR