Penyerahan Hadiah Juara 1 ITB Entrepreneurship Challenge 2013 oleh Bu Yani Panigoro dan Presiden ITB Entrepreneurship Challenge 2013, Kevin Giarto kepada Tim Forspeed (Dok. Panitia)
Penyerahan Hadiah Juara 1 ITB Entrepreneurship Challenge 2013 oleh Bu Yani Panigoro dan Presiden ITB Entrepreneurship Challenge 2013, Kevin Giarto kepada Tim Forspeed (Dok. Panitia)
Penyerahan Hadiah Juara 1 ITB Entrepreneurship Challenge 2013 oleh Bu Yani Panigoro dan Presiden ITB Entrepreneurship Challenge 2013, Kevin Giarto kepada Tim Forspeed (Dok. Panitia)
Penyerahan Hadiah Juara 1 ITB Entrepreneurship Challenge 2013 oleh Bu Yani Panigoro dan Presiden ITB Entrepreneurship Challenge 2013, Kevin Giarto kepada Tim Forspeed (Dok. Panitia)

PUNCAK acara kompetisi bisnis terbesar, ITB Entrepreneurship Challenge (IEC) 2013, sebagai malam penganugerahan kepada para pemenang dan finalis IEC 2013, diadakan berupa Gala Dinner di Flores Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta, Senin (15/4).

Acara tersebut sekaligus menutup rangkaian acara IEC 2013 yang telah berlangsung sejak 7 Desember 2012. Gala Dinner tersebut dihadiri oleh ke-16 tim finalis (8 tim fnalis kategori Idea Canvas dan 8 tim finalis kategori Start Up), serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, President IEC 2013, Kevin Giarto meyampaikan, “ITB Entrepreneurship Challenge bukan hanya sebagai ajang kompetisi, namun juga sebuah “warisan” yang harus dipertahankan dan dilanjutkan para mahasiswa Indonesia,” seperti rilis yang diterima media ini.

Setelah menjalani berbagai rangkaian kegiatan IEC 2013 yang meliputi Entrepreneur Camp (8-12 April 2013) serta proses presentasi dan penjurian dalam IEC EXPO (13 April 2013), akhirnya diumumkan para pemenang kompetisi ITB Entrepreneurship Challenge 2013 dalam Gala Dinner tersebut.

Pemenang peringkat pertama kategori Idea Canvas adalah Creative Young Preneur dengan ide bisnis Organic Vegetable Jam (OVJ) atas nama Ahmad Prasetyo dkk, dengan pemenang peringkat keduanya D’Fifa Corporation dengan produk 2 in 1 shoes atas nama Mohammad Aly Fikry, dkk, dan pemenang peringkat ketiga The Lele Food atas nama Retno Diyah Anggraenny, dkk, dengan membawakan olahan masakan lele. Finalis yang belum berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi ini tetap mendapatkan modal usaha sebesar 6 Juta Rupiah.

Untuk kategori Start-Up, pemenang peringkat pertama adalah Forspeed dengan bisnis Forspeed Exhaust System (produk knalpot kendaraan motor yang berkualitas dengan harga terjangkau yang bekerja sama dengan pengrajin knalpot lokal yang handal) atas nama Yahya Ashchabul Yamin, dkk. Pemenang peringkat kedua adalah Ayam Jeruk Ny. Lusi (dengan produk kuliner ayam jeruk) atas nama Timotius Stefanus, dkk, dan pemenang peringkat ketiga yaitu Majito Milk dengan bisnis Majito Milk Susu Delivery (produk susu sapi dari ternak di Lembang, Bandung, tanpa bahan pengawet) atas nama Nadia Ratna, dkk. Finalis yang belum berhasil memenangkan perlombaan ini tetap mendapatkan modal usaha sebesar 12 Juta Rupiah.

Selain peringkat pertama sampai ketiga, terdapat juga berbagai jenis penghargaan bagi para finalis. Pemenang kategori Best Team Performance dan Best Presentation yang diperoleh Dorebyte Musicteria. Kategori Most Social Impact diraih oleh finalis Greet, dan the Lelefood berhasil menjadi Audience’s Favorite. Best Speaker dalam acara IEC 2013 ini diraih oleh Timotius Stefanus dengan bisnisnya Ayam Jeruk Ny. Lusi. Mereka berhak mendapat modal usaha masing-masing 3 Juta Rupiah.

Dalam kesempatan ini Wempy Koto selaku Founder and CEO of Wardour and Oxford juga menganugerahi salah satu finalis Start Up, KIRV yang bergerak di bidang fashion, sebuah perjalanan ke Hong Kong dalam rangka melihat lebih jauh bisnis fashion di Hong Kong.

Sebelumnya, para finalis IEC 2013 telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti Entrepreneurship Camp (8-12 April 2013), yaitu program intensif pelatihan dan edukasi kewirausahaan bagi para finalis IEC 2013, serta IEC EXPO 2013 di Soehanna Hall, Energy Building Jakarta yang terdiri atas sesi presentasi dan penjurian ke-16 finalis IEC 2013, pameran karya para finalis, serta talkshow inspiratif bertema “Is It Easy to Become Entrepreneur?” bersama Indonesia business leaders speakers seperti Joko Mogoginta (CEO Tiga Pilar Sejahtera dan CEO Toga Pilar Sejahtera Food), Sanny Gaddafi (Direktur Jakarta Founders Institute) serta ditutup dengan key note speech oleh Handry Satriago (Presiden General Electric (GE) Indonesia).

Sekilas tentang ITB Entrepreneurship Challenge

ITB Entrepreneurship Challenge (IEC) merupakan sebuah kompetisi kewirausahaan untuk mahasiswa se-Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian bangsa dengan mewadahi pengembangan inovasi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa nasional yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mengatasi permasalahan ekonomi bangsa.

IEC sudah terbentuk semenjak tahun 2001 dan pada IEC 2011 lalu IEC berhasil menjadi reality show sebanyak 8 episode yang inspiratif dan edukatif pada salah satu stasiun televisi swasta. Tahun ini, IEC 2013 mengangkat tema “Torehan Nyata untuk Kemandirian Bangsa” IEC merupakan suatu rangkaian acara yang dimulai sejak tanggal 7 Desember 2012 hingga 15 April 2013. Pendaftaran terbuka untuk mahasiswa di seluruh Indonesia dengan mengirimkan proposal bisnis mereka.[]

KOMENTAR