MUSEUM Tsunami Aceh yang terletak di jalan Iskandar Muda Nomor 3 Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh telah lama menjelma sebagai destinasi wisata favorit. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah kunjungan setiap harinya terutama pada akhir pekan.

Pada akhir pekan yang bertepatan dengan momen lebaran Iduladha 1444 H dan libur sekolah, Museum Tsunami Aceh dipadati oleh ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Para pengunjung terlihat antre di loket tiket maupun pintu masuk lobi satu, guna melihat langsung berbagai koleksi terkait tsunami Aceh yang disimpan dalam Museum Tsunami Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ, Senin, 3 Juli 2023 di ruang kerjanya.

“Museum kita buka kembali untuk umum pada hari Sabtu, 1 Juli 2023 atau bertepatan dengan Lebaran ketiga Iduladha 1444 H setelah sebelumnya tutup operasional selama 3 hari sesuai dengan SKB dari pusat,” ungkap Syahputra.

Ia menjabarkan, ada beberapa venue atau spot yang dimaksimalkan terutama pada memori hall di lantai 1, ruang pamer koleksi di lantai 3 serta bagian luar yang dipasang foto-foto sehingga pengunjung dapat melihat dan merasakan tidak hanya bagian dalam akan tetapi bagian luar museum.

“Kami berharap dengan berbagai foto dan media yang ditampilkan di Museum Tsunami Aceh ini dapat memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat terhadap bencana yang melanda Aceh pada akhir tahun 2004 silam,” katanya.

Selama akhir pekan lalu, sambung Syahputra, total pengunjung pada hari pertama, Sabtu, 1 Juli 2023, mencapai 3.813 pengunjung terdiri atas dewasa 2.723 orang, anak-anak 1.002 orang dan asing 88 orang.

Sedangkan hari kedua, Minggu, 2 Juli 2023, mencapai 4.128 pengunjung dengan rincian dewasa 2.821 orang, anak-anak 1.279 dan asing 28 orang.

“Pengunjung ke Museum Tsunami Aceh meningkat drastis mulai hari pertama dibuka sejak Lebaran Iduladha 1444 H dibanding dengan kunjungan pada libur akhir pekan,” tutup Syahputra.