Banda Aceh — Kumpulan Perobatan Johor (KPJ) Selangor Malaysia menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh untuk pengobatan masyarakat korban konflik bersenjata di daerah itu.

“Keinginan KPJ Selangor bekerja sama bidang kesehatan itu masih dipelajari oleh Pemerintah Aceh,” kata Kabag Humas Sekda Provinsi Aceh Usamah El-Madny di Banda Aceh, Jumat (19/10).

Sebelumnya, Usamah menyebutkan, pengarah eksekutif KPJ-Selangor, Malaysia Roslan Ahmad mengadakan pertemuan dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di pendopo gubernur di Kota Banda Aceh pada 18 Oktober 2012.

Gubernur, kata Kabag Humas, menyambut baik kunjungan dari KPJ Selangor yang berniat melanjutkan kerja sama pengobatan masyarakat miskin korban konflik, namun hal tersebut akan dibicarakan lebih intensif dengan pihak lainnya di Aceh.

“Untuk keberlanjutan kerja sama kemungkinan nanti bisa dilakukan antara rumah sakit, misalnya RSUDZA dengan KPJ. Tapi semuanya itu akan dibicarakan lagi,” kata Gubernur Zaini Abdullah.

Selama ini atau sejak 2010, KPJ Selangor telah bekerja sama dengan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) untuk pengobatan korban konflik dan mantan anggota GAM.

Kerja sama KPJ Selangor dengan BRA yang didukung anggaran senilai Rp1,5 miliar sejak 2010 itu akan berakhir hingga Desember 2012.

“Dana senilai itu merupakan hibah Pemerintah Aceh dan kerja sama pengobatan bagi korban konflik tersebut ditangani oleh BRA,” kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Sementara itu, pengarah eksekutif KPJ-Selangor Malaysia Roslan Ahmad mengatakan, sejak 2010, pihaknya telah mengobati dan merawat sejumlah pasien serta mengamputasi kaki dan operasi mata terhadap korban konflik. (ant)

KOMENTAR