Lhokseumawe – SMP Negeri 1 Lhokseumawe akan menerima 192 murid Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) untuk tahun ajaran 2010/2011. Sedangkan murid reguler tidak diterima lagi.

“Sebanyak 192 murid RSBI akan kita terima untuk delapan lokal (ruang kelas), di mana setiap lokal diisi oleh 24 murid. Hal ini sudah kita sosialisasikan kepada seluruh kepala SD, dan telah kita beritahukan pada walikota, kadis Pendidikan, dan pihak MPD. Bahwa sesuai surat dari Kementrian Diknas, pada tahun ajaran ini SMPN 1 Lhokseumawe diwajibkan semua murid RSBI,” kata Kepala SMPN 1 Lhokseumawe M Yunus YS saat ditemui, Rabu (7/4). MPD adalah Majelis Pendidikan Daerah.

Menurut Yunus, penerimaan murid RSBI dilakukan melalui proses seleksi yang transparan. Tahap awal, kata dia, sebanyak 328 peserta telah mengikuti seleksi administrasi. Dari jumlah itu, katanya, 278 peserta lulus seleksi administrasi. “Nantinya, 278 peserta itu harus bersaing lagi melalui psikotes dan ujian tulis. Psikotes akan kita lakukan dengan mendatangkan kalangan profesional dari pihak independen. Setelah psikotes dan ujian tulis nantinya terjaring 192 murid RSBI,” ujar Yunus.

Sedangkan untuk murid reguler, lanjut Yunus, tidak lagi diterima mulai tahun ajaran 2010/2011. Pasalnya, kata dia, SMPN 1 Lhokseumawe yang saat ini berstatus RSBI akan terus mempersiapkan diri menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI). “Fasilitas yang ada sudah sangat mendukung, mulai dari laboratorium komputer, TV, DVD, dan nantinya semua lokal menggunakan infokus. Kalau saat ini sistem belajar-mengajar 30 persen menggunakan bahasa Inggris, ke depan secara bertahap akan terus kita tingkatkan,” katanya.

Yunus menambahkan, pengelolaan RSBI di SMPN 1 Lhokseumawe saat ini didukung dengan anggaran bersumber dari APBN, APBA, dan APBK. Jika dengan anggaran dari tiga sumber itu tidak mencukupi, katanya, maka secara aturan pihak sekolah dibolehkan mengutip dana pada walimurid yang nantinya akan disepakati melalui musyawarah.

Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua Komite SMPN 1 Lhokseumawe, H Zainuddin. Untuk meningkatkan kualitas guru yang mendidik murid RSBI, kata dia, pemerintah pusat, provinsi, dan Pemko Lhokseumawe diharapkan ikut memfasilitasi pelaksanaan pelatihan terhadap tenaga  pendidik sesuai disiplin ilmunya. “Kita juga berharap agar Pemko Lhokseumawe betul-betul mempersiapkan SMA yang layak untuk menampung kelulusan SMPN 1 ini supaya ilmu yang sudah mereka peroleh dari RSBI tidak mubajir,” kata Zainuddin.(*/ha/nsy)

KOMENTAR