Jakarta – Pameran makanan dan minuman Asia bertajuk THAIFEX-World of Food Asia, kembali digelar di Bangkok, Thailand, 23-27 Mei 2012.

Dalam pameran ini, Indonesia pun turut serta berpartisipasi dengan menghadirkan sekitar 14 perusahaan makanan. Mengingat jumlah ekspor makanan olahan Indonesia ke Thailand terus meningkat sejak tahun 2007 hingga 2011 lalu.

Adapun perusahan yang ikut ambil bagian dari pameran tersebut adalah Citra Pratama, Tamita Takengon dan Dapur Reuni dari anggota Asosiasi Makanan dan Minuman Sumatera Utara. Kemudian, Agarindo Bogatama, Aksara Kencana Putra, Bamboe Indonesia, Indofood CBP Sukses Makmur, Intisari International, Mubarokfood Cipta Delicia, Pondan Pangan Makmur Indonesia, Sumatera Coffee Luwak, Toba Surimi Industries, Orang Tua, dan Wahana Interfood Nusantara.

Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Pradnyawati mengatakan, perusahaan asal Indonesua tersebut akan mengisi paviliun Indonesia, “Trade with Remarkable Indonesia” yang berukuran 108 meter persegi.

“Ini adalah kesempatan yang baik untuk memeromosikan produk-produk makanan dan minuman asal Indonesia, termasuk makanan halal,” ujar Pradnyawati, seperti dikutip dalam siaran persnya, hari ini (23/5).

Kata dia, dalam ajang pameran yang sama tahun lalu, Indonesia pun terlibat dengan mengirim 12 perusahaan. Di mana saat itu, sambungnya, pameran diikuti oleh 1.021 perusahaan dari 25 negara, serta dikunjungi oleh lebih dari 23 ribu pengunjung dari 118 negara.

“Pengunjung dari beragam profesi, baik dari kalangan peritel, agen, pabrikan, toko roti, restoran, supermarket, waralaba, penyedia jasa layanan, pemerintah, maupun masyarakat umum,” terangnya.

Menurut Pradnyawati, Thailand adalah mitra dagang Indonesia yang sangat potensial. Untuk produk makanan olahan, ekspor Indonesia ke Thailand terus meningkat sejak tahun 2007 hingga 2011 lalu, sebesar 27,65 persen. Pada 2011, nilai ekspor Indonesia ke negeri Gajah Putih tersebut tercatat US$ 173,9 juta.

Di sisi lain, impor produk makanan olahan Indonesia dari Thailand juga terus meningkat sebesar 22,36 persen sejak 2007-2011. Tahun 2011 lalu tercatat sebesar US$ 1,43 miliar. (*/Jaring News)

KOMENTAR