Banda Aceh  – Rektor Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, Darni M Daud menyebutkan, ada tiga kategori yang harus dimiliki calon pemimpin masa depan Aceh.

Ketiga kategori itu, yakni mempunyai visi yang jelas, memiliki program pembangunan terukur untuk membangun daerah dan komitmen kuat menyejahterakan masyarakat, katanya saat menjadi pembicara utama pada seminar nasional di Banda Aceh, Sabtu (9/10).

“Ketiga kategori tersebut penting dimiliki oleh pemimpin masa depan Aceh, guna melanjutkan pembangunan kearah yang lebih baik,” katanya.

Seminar nasional itu diselenggarakan dalam rangkaian Musyawarah wilayah (Muswil) ke-2 DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh.

“Pembangunan harus merata di semua sektor dan daerah, bukan terpusat di suatu wilayah asal pemimpin itu,” kata dia.

Selain itu, pemimpin Aceh ke depan, harus dapat menjembatani berbagai keberagaman yang dimiliki masyarakat guna memahami berbagai kebutuhan di daerah berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa tersebut.

“Selain memahami keberagaman masyarakat, kemampuan untuk menjalin hubungan dengan berbagai kalangan baik di nasional hingga internasional juga diperlukan dalam membagun Aceh kedepan,” katanya.

Darni menilai, kepemimpinan Aceh saat ini belum memiliki ketiga hal itu, karenanya dibutuhkan pemimpin kedepan yang dekat dengan rakyat dan memiliki komitmen untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seminar nasional itu juga menghadirkan narasumber lain, yakni Otto Syamsuddin Ishak (Ketua Konsorsium Aceh Baru), M Qodari (analisis politik Indo Barometer Jakarta), Mustafa Kamal (Ketua Fraksi PKS DPR RI) dan Tgk Faisal Ali (Ketua PW NU Aceh).

M Qodari berpendapat, untuk menjadi pemimpin negeri di masa depan harus memiliki dua hal yakni unsur popularitas dan figur pemimpin.

“Kedekatan dengan rakyat di daerah berpotensi besar untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin, karena berbagai pembangunan yang dilakukan akan berpihak kepada rakyat,” demikian Qodari. (ha/ant)

KOMENTAR