Simpang Jernih – Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur sampai kini masih terisolir. Sekretaris Kabupaten Aceh Timur, Syaifannur, Selasa (30/3/2010) berkunjung ke sana untuk melakukan penanaman perdana kacang kedelai dan kacang tanah bantuan Dinas Pertanian kepada kelompok tani di Desa Simpang Jernih dengan luas areal lebih kurang 33 hektar.

Menurutnya, Kecamatan Simpang Jernih dulunya disebut-sebut sebagai daerah tertinggal, karena jarak tempuhnya bisa mencapai 10 jam. “Karena itu Pemkab Aceh Timur melalui sumber dana yang ada terus berupaya peningkatan peembangunan sarana jalan tembus  mulai dari Desa Peto, Kota Langsa hingga tembus ke Simpang Jernih yang jarak tempuhnya lebih dekat serta hanya membutuhkan waktu tidak sampai dua jam perjalana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur, Marwi Umar mengajak masyarakat Simpang Jernih agar benar-benar mengelola bantuan yang telah disalurkan oleh pemerintah ini. “Jika penanaman kacang kedelai dan kacang tanah pada lahan bekas banjir banding 2006 lalu ini berhasil, maka kedepan saya meminta warga untuk menanam padi  lahan darat yang nantinya bibitnya akan dibantu oleh dinas,” pungkasnya.(*/ha/sri)

KOMENTAR