WAKIL Menteri Pariwisata (Wamenpar) Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, melakukan kunjungan kerja ke UPTD Museum Tsunami Aceh, Kota Banda Aceh, Minggu (13/9/2026).
Agenda peninjauan ini berlangsung di sela-sela penutupan ajang Top Karisma Event Nusantara (KEN) Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 guna melihat langsung tata kelola destinasi wisata berbasis sejarah dan edukasi kebencanaan di Bumi Serambi Mekkah.
Dalam penelusuran di setiap sudut ruang pameran, Wamenpar secara khusus menyampaikan apresiasi atas kualitas pelayanan serta kepiawaian para edukator museum dalam merangkai narasi (storytelling). Penyampaian informasi yang terstruktur dinilai berhasil memperkuat aspek kesiapsiagaan bencana sekaligus menyentuh dimensi emosional para pengunjung.
“Museum Tsunami Aceh sangat bagus sekali. Destinasi ini membawa kita pada perenungan mendalam tentang makna kehidupan, sekaligus menjadi ruang edukasi yang sangat penting bagi anak cucu kita kelak,” tulis Ni Luh Puspa dalam pesan resminya.
Perkuat Daya Tarik Memori Publik
Menurut Ni Luh Puspa, keberadaan pemandu yang kompeten serta alur edukasi yang komprehensif merupakan kunci utama dalam memperkuat daya tarik museum berbasis memori publik.
Tata kelola monumen kebencanaan ini terbukti mampu mentransformasi peristiwa sejarah menjadi daya tarik wisata edukasi bernilai tinggi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selama mengelilingi lorong-lorong edukasi museum, Wamenpar didampingi oleh Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Reza Fahlevi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, A.P., serta Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh M. Syahputra Azwar.
Kunjungan ke Museum Tsunami Aceh ini sekaligus menutup seluruh rangkaian agenda kerja resmi Kementerian Pariwisata RI di Aceh setelah sebelumnya memberikan dukungan penuh atas suksesnya penyelenggaraan Aceh Culinary Festival 2026.

Belum ada komentar