FESTIVAL budaya tahunan Sanger Day Fest 2026 resmi dibuka di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).
Perhelatan publik yang berlangsung hingga 14 September 2026 ini didedikasikan untuk mengeskalasi citra komoditas sanger, kebudayaan lokal, serta inovasi ekosistem ekonomi kreatif di Aceh tanpa pemungutan biaya masuk bagi masyarakat umum.
Ketua Panitia Penyelenggara, Nasrul, menjelaskan bahwa perhelatan ini berhasil lolos seleksi penerima Program Dana Hibah Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2025.
Fasilitasi kelembagaan tersebut disalurkan melalui sinergi Dana Indonesiaraya bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai wujud komitmen negara dalam akselerasi pemajuan kebudayaan daerah. Dalam pelaksanaannya, agenda ini berkolaborasi dengan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 dan komunitas Hip-Hop NAD Syndicate (HNS).
Selama empat hari pelaksanaan, festival ini menghadirkan pelbagai ragam diskursus budaya dan pementasan seni, meliputi Exhibition Sanger Corner, Sanger Talks, Competitiion Hip-Hop Jam 13, pertunjukan Cultural Dance & Ethnic Music, hingga Live Mural dan Workshop Cetak Saring. Inisiatif kolaboratif ini dirancang untuk memproyeksikan daya tarik wisata berbasis tradisi perkopian modern Aceh.
Sebagai bentuk apresiasi partisipatif, panitia menyediakan 1.001 cangkir sanger gratis yang didistribusikan secara parsial sebanyak 250 cangkir per hari. Guna menjamin akuntabilitas penyerahan, penukaran sanger menerapkan sistem pemindaian barcode terintegrasi pada situs resmi.
Kupon digital yang diterbitkan berlaku secara spesifik sesuai dengan tanggal pengambilan yang dipilih guna menjaga ketertiban tata kelola distribusi.

Belum ada komentar