JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat pasokan semen ke Aceh dengan mengoptimalkan kapasitas produksi dan jaringan distribusi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan semen di tengah pembangunan infrastruktur serta pemulihan dan pembangunan kembali hunian pascabencana di sejumlah wilayah Aceh.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan peningkatan permintaan dalam beberapa waktu terakhir sempat membuat stok di sejumlah titik distribusi terserap lebih cepat. Perusahaan kemudian mengoptimalkan jaringan operasional untuk menjaga ketersediaan pasokan di pasar Aceh.
“SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe, serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati. PT Semen Padang juga mengalokasikan tambahan pasokan untuk memperkuat ketersediaan stok di Aceh,” kata Vita.
Distribusi Diperketat, Harga Dijaga Tetap Stabil
Selain meningkatkan pasokan dari fasilitas produksi, SIG memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah. Pemantauan stok dan evaluasi distribusi dilakukan secara berkala untuk memastikan pasokan dapat disalurkan secara tertib dan merata ke berbagai wilayah.
SIG juga menyatakan harga semen dari tingkat produsen tidak mengalami kenaikan. Perusahaan meminta distributor menjaga praktik perdagangan dan distribusi yang sehat agar harga semen yang diterima konsumen tetap stabil dan terjangkau.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan peningkatan permintaan tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan pada rantai pasok semen di Aceh.
Pasokan Mulai Kembali Normal
Perbaikan distribusi mulai dirasakan oleh sejumlah distributor di Aceh. Kondisi pengiriman yang sebelumnya sempat menyebabkan antrean panjang pada Juli 2026 disebut berangsur kembali normal.
Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi, mengatakan pasokan semen kini diterima secara lebih lancar setiap hari. Menurutnya, tambahan pasokan dari Pabrik Indarung PT Semen Padang turut membantu distributor memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat.
Sementara itu, General Manager PT Andesmont Sakti, Muhammad Agam Maulana, mengatakan gangguan pasokan yang terjadi ketika permintaan berada pada level tinggi kini telah berangsur teratasi.
Ia menilai penataan sistem distribusi yang dilakukan PT Solusi Bangun Andalas membuat aliran pasokan menjadi lebih teratur dibandingkan sebelumnya.
Dengan optimalisasi produksi dan distribusi tersebut, SIG berupaya memastikan kebutuhan semen di Aceh tetap terpenuhi, khususnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pemulihan hunian masyarakat.
Tentang SIG
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG merupakan BUMN yang bergerak dalam industri bahan bangunan dan menjadi bagian dari klaster infrastruktur. Pemerintah Indonesia memiliki 51 persen saham SIG.
Sebagai holding BUMN semen, SIG menaungi sejumlah perusahaan produsen semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, serta Thang Long Cement Company di Vietnam.

Belum ada komentar