Banda Aceh, Seputar Aceh- Berdasarkan sembilan aspek Tata Kelola Ekonomi Daerah (TKED) Aceh 2008, nilai akhir TKED Aceh di masing-masing kabupaten/kota mulai membaik. Hal itu diungkapka Direktur Eksekutif Yayasan Prasetya Mulya, Djisman Simanjuntak, Kamis (29/10)

Menurutnya, jika dianalogikan sebagai rapor, sebagaian besar kabupaten/kota di Aceh mendapatkan nilai sedang.  Namun hal ini tidak mengejutkan, karena tidak jauh berbeda dengan daerah lain di Indonesia.

Berdasarkan indeks akhir TKED Aceh, kabupaten/kota di wilayah pantai barat Aceh, seperti Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Aceh Selatan, mendominasi peringkat teratas.  Kota Langsa dan Kota Sabang merupakan dua kota yang juga memperoleh nilai indeks tingggi.

“Sebaliknya, daerah yang relatif terpencil dan berada di perbatasan, seperti Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Tamiang dan Kota Subulussalam, berada di peringkat yang rendah dibandingkan dengan lainnya,” ungkap Djisman Simajuntak, pada peluncuran buku Tata Kelola Ekonomi Daerah Aceh 2008, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh.

Menurutnya, Kabupaten Aceh Jaya dinilai sebagai daerah dengan tata kelola ekonomi terbaik di Aceh.  Kabupaten yang relatif baru ini, dibentuk tahun 2002, merupakan terbaik se-Aceh dalam hal akses pada lahan dan program pengembangan usaha.

“Walaupun demikian, kabupaten ini masih perlu meningkatkan kinerjanya dalam hal minimalisasi biaya transaksi dan pengelolaan infrastruktur,” kata Djisman.

Ia menambahkan, Aceh dan Sumatera secara umum, dengan berbagai kendalanya, membutuhkan tata kelola ekonomi yang lebih baik. Mendorong kerjasama antara 23 kabupaten/kota, bukan saja dengan tetangganya di bagian lain Sumatera, tetapi juga di seberang Selat Malaka.

Ekonom Bank Dunia, Harry Masyrafah berpendapat, secara umum, ekonomi Aceh sedikit membaik pada semester pertama 2009. Walau sedikit lebih rendah daripada rata-rata nasional, dengan sektor pertanian menjadi semakin penting.

Namun demikian, ini bukan diakibatkan membesarnya sektor pertanian, tapi sebagai akibat mengecilnya kontribusi sektor lainnya. “Tantangan utama ekonomi Aceh adalah untuk mendorong pertumbuhan sektor ril”, tutur Harry.[sa-jmg]

KOMENTAR