Makassar — Destination Management Organization atau DMO Cluster Toraja akan mengejar target kunjungan wisatawan ke Tana Toraja dan Toraja Utara hingga 175.000 orang pada 2014.

Hal itu disampaikan Ketua DMO Cluster Toraja Luther Barrung usai mengikuti pertemuan stakeholder pariwisata yang digagas Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif selama dua hari di Makassar, Minggu (25/11)

Menurutnya, kunjungan wisatawan di Toraja anjlok sejak kerusuhan yang mengarah SARA terjadi di Poso, Sulawesi Tengah.

Kerusuhan itu jelas membuat wisatawan khususnya pasar Eropa mengeluarkan Toraja dari paket tur wisata dunia dengan alasan uncomplete (kurang lengkap).

“Mereka juga menganggap daerah Poso identik dengan masyarakat di Toraja,” keluh dia.

Mantan Kepala Pemasaran Dirjen Pemasaran Pos dan Telekomunikasi ini menyayangkan lemahnya langkah antisipasi pemerintah sehingga beberapa tur operator dunia telah menghilangkan Toraja dalam penyusunan paket-paket tur wisata internasional.

Data Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Toraja Utara mencatat total kunjungan wisatawan macanegara pada 2009 mencapai 20.559 orang.

Pada 2010 naik drastis menjadi 27.596 orang tetapi pada 2011 kembali turun 21.027 wisman. Sementara sampai September 2012 tercatat hanya 7.650 wisatawan. (bisnis.com)

KOMENTAR