Banda Aceh – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) prihatin dengan semakin kritisnya daerah aliran sungai (DAS) di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh termasuk kerusakan pada DAS di Pantai Timur Krueng Aceh.

DAS di Pantai Timur Krueng Aceh mengalami kerusakan hingga 70 % akibat penggundulan hutan di kawasan hulu sungai. Padahal DAS tersebut merupakan sumber mata air bagi lima kabupaten/kota yakni Bireuen, Aceh Utara, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Aceh, Teuku Muhammad Zulfikar kepada RRI mengatakan, Aceh merupakan kawasan DAS terbesar di Indonesia karena Aceh memiliki 11 sungai besar. Namun fungsi dari DAS tersebut mengalami penurunan karena terjadi kerusakan akibat penambangan liar, penggalian material seperti galian C, penebangan hutan dan aktivitas lainnya yang menyebabkan kerusakan pada DAS.

“Secara jelas kita melihat di banyak lokasi DAS banyak yang rusak yang disebabkan oleh aktivitas penambangan,” kata Teuku Muhammad Zulfikar, Minggu (25/3).

Kerusakan DAS tidak hanya terjadi pada Pantai Timur Krueng Aceh, namun kerusakan juga ditemukan pada DAS Krueng Geukueh, akibatnya banyak ikan yang mati keracunan karena sungai tercemar limbah. Diduga DAS rusak tersebut akibat limbah pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Oleh sebab itu, Walhi mengajak segenap komponen masyarakat dan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah preventif dan proaktif untuk menyelamatkan sumber air sebagai sumber kehidupan masyarakat dan makhluk hidup lainnya.

“Kami menyerukan agar kita lebih proaktif lagi dan memperhatikan dan menyelamatkan lingkungan kita dari kerusakan,” himbaunya. (RRI)