Jantho, Seputar Aceh – Wabah chikungunya (flu tulang) mulai menjangkit warga Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Hingga kini Puluhan penderita berbagai usia, mengeluhkan nyeri yang disebabkan oleh penyakit itu sehingga tidak bisa beraktivitas.

Rahayu Winanda (7) warga Cot Kareung Meu Salee, Kecamatan Indrapuri salah satu pasien yang diduga terkena wabah chikungunya sejak Kamis (10/12) malam, mengeluh nyeri pada kakinya dan tidak bisa berjalan. Suhu tubuhnya juga meningkat.

“Kondisinya mulai membaik setelah saya membawanya ke Puskesmas dan diberi infus serta obat pereda demam,” kata Zahratun orang tua pasien.

Pihak Puskesmas setempat mengaku belum bisa menegaskan diagnosa chikungunya, hal tersebut disebabkan terbatasnya kemampuan uji lab.

“Kami tidak mampu menegakkan diagnosa kalau ini merupakan gejala khas chikungunya, karena keterbatasan uji laboratorium yang kami miliki,” kata Kepala Puskemas Indrapuri Dr.Zuheri. Diakuinya, sejak dua bulan terakhir jumlah masyarakat di Kecamatan Indrapuri yang mengeluhkan sakit dengan gejala nyeri sendi yang disertai demam meningkat drastis.

Masyarakat yang mengeluhkan nyeri dan demam itu dikatakannya meyakini penyakit yang dideritanya adalah gejala cikungunya. Namun menurut Zuheri, sejauh ini setelah diberi obat demam dan diinfus, kondisi pasien mulai membaik.

”Kami juga telah mengirim sample darah pasien ke Dinas Kesehatan Aceh Besar untuk dilakukan diagnosa lebih lanjut, dan menyarankan agar pasien terus berobat jalan,” kata Zuheri.

Puskesmas indrapuri tiap bulan harus melayani 70 hingga 110 pasien dari 52 desa, termasuk dari Saree, Kecamatan Leumbah Seulawah dan Kecamatan Seulimum, Aceh Besar dengan fasilitas puskesmas yang sangat terbatas. [sa-ria]

KOMENTAR