Peureulak -Masyarakat Gampong Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur meminta kepada pemerintah setempat membangun kembali jembatan gantung di desa itu yang sudah lama rusak.

Jembatan gantung Bhom Lama merupakan sarana penghubung warga dari beberapa desa lainnya di wilayah tersebut. “Jembatan itu rusak ketika konflik bersenjata beberapa tahun lalu, sehingga jembatan gantung ini kini tinggal pondasinya saja,” ungkap Sofyan warga setempat kepada wartawan Minggu,(7/3).

Menurutnya, dulunya jembatan ini sangat membantu masyarakat dalam mengangkut berbagai hasil alam maupun pasokan kebutuhan hidup lainnya. Jembatan yang berbatasan langsung dengan Desa Blang Simpo-Bhom Lamaini memiliki ukuran lebar  satu setengah meter dan panjang 110 meter itu, sudah pernah diusulkan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi untuk diperbaiki. “Tetapi, belum terealisasi sampai kini, padahal jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga sebagai sarana penghubung beberapa desa di Kecamatan Ranto Peureulak dan Peureulak Kota,” jelasnya.

Selama ini warga dan murid sekolah terpaksa menggunangan sampan untuk menyebrang. Namun saat musim hujan tiba, sampan tidak bisa digunakan lantaran  air sungai deras.  “Jadi dengan kondisi demikian hasil bumi dari beberapa desa di wilayah ini tidak bisa diangkut sama sekali melalui jalur tersebut dan terpaksa memilih jalan memutar lainnya dengan butuh biaya besar,” lanjutnya.(sri)

(Harian Aceh)

KOMENTAR