Meulaboh, Seputar Aceh – Warga dari Gampong Peunaga Rayeuk, Peunaga Pasie dan Langung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, menutup lokasi wisata Pantai Lanaga. Wakil-wakil masyarakat dari tiga desa itu sudah memusyawarahkan rencana tersebut pekan lalu.

Keputusan tersebut diambil ketika warga di tiga desa itu kian resah dengan aktifitas di sekitar pantai tersebut. Selama ini, lokasi wisata itu sering dikunjungi pasangan nonmuhrim dan dianggap rawan maksiat.

Warga di sana sudah memasang dua lembar spanduk di sekitar pantai, yang berisi pemberitahuan bahwa pantai tersebut tertutup untuk kegiatan rekreasi dan hiburan. Kegiatan di pantai hanya dikhususkan bagi warga yang mencari rezeki, terutama nelayan.

Ketua Pemuda Peduli Agama (PPA) Kecamatan Meurebo, Salman Saf, mengatakan penutupan pantai wisata ini merupakan inisiatif warga desa sekitar pantai. Keputusan hasil musyawarah penutupan lokasi wisata yang digagas PPA pekan lalu mendapat sambutan baik dari Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Barat.

PPA merupakan organisasi kepemudaan yang giat mengampanyekan penegakan syariat Islam di Aceh Barat. Organisasi ini didirikan perwakilan pemuda dari puluhan gampong di Meureubo.

“Kami hanya menfasilitasi. Agar tidak terkesan anarkis, kami awali dengan sosialisasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Geusyik Peunaga Pasie, Sudirman, mengatakan mereka sangat mendukung penutupan pantai tersebut dari kegiatan yang cenderung melanggar syariat Islam.

“Musibah tsunami cukup menjadi pelajaran berharga bagi kami agar menjaga lingkungan dari pelanggaran-pelanggaran syariat, untuk sekarang dan selamanya,” ujarnya.

Pantai wisata Lanaga berjarak lima kilometer dari Kota Meulaboh. Sebelum musibah tsunami melanda daerah ini, pantai tersebut menjadi ikon pariwisata untuk Aceh Barat dan sekitarnya. [sa-msn]

KOMENTAR