Jakarta — Pemerintah tengah menggodok berbagai insentif bagi para pengusaha pemula (start up). Sasaran insentif ini terutama untuk sarjana atau mahasiswa yang memilih akan menjadi pengusaha dan tengah memulai bisnisnya.

“Kita akan mempermudah start up company. Nanti kita usulkan begitu dia membuka perusahaan dia sudah boleh mempunyai rekening perusahaan walaupun belum diaktifkan sambil menunggu pengesahan akte usahanya dari kementerian kehakiman,” Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, seusai memimpin rapat koordinasi penciptaan lapangan kerja, di kantornya di Jakarta, Senin (17/12).

Menurut Hatta, langkah ini adalah bagian dari upaya Pemerintah untuk menciptakan satu juta lapangan kerja pada tahun 2013.

Insentif lain yang disiapkan adalah akses permodalan bagi para pengusaha pemula tersebut. Pemerintah akan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pendanaan lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam kaitan itu, Pemerintah kini telah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang inkubator, sebagai wadah untuk mendidik para pengusaha-pengusaha pemula tersebut.

“Hari ini naskah Perpres inkubator sudah saya kirimkan ke Menseskab,” kata Hatta.

Menurut dia inkubator adalah semacam kawah candradimuka tempat para pengusaha pemula dilatih menjalankan usaha, termasuk memperkenalkan mereka kepada jejaring yang lebih luas.

Dalam Perpres tersebut, menurut Hatta, berbagai kementerian dilibatkan termasuk kementerian Ristek dan BUMN dalam koordinasi Kemenko Perekonomian.

“Program inkubator tersebut nantinya akan menjembatani para pengusaha pemula untuk mengakses pasar dan pendanaan. Terutama untuk adik-adik mahasiswa dan mereka yang baru lulus sarja dalam memulai usaha,” kata Hatta.

Ketika ditanya berapa jumlah pengusaha pemula yang diharapkan tercipta dari berbagai insentif yang disediakan itu, Hatta Rajasa belum dapat menyebut angka. (jaringnews.com)

KOMENTAR