Kuala Lumpur — AirAsia Bhd. pada Senin (11/3) menyatakan unit usahanya di Filipina, Philippines AirAsia, telah menandatangani kesepakatan investasi dengan maskapai berbiaya rendah ZestAir Group. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat sekaligus memperluas operasi mereka di negara itu.

Di bawah pakta ini, Philippines AirAsia berencana membeli 49% kepemilikan Zest Airways. Philippines AirAsia juga sepenuhnya membeli Asiawide Airways, perusahaan induk untuk semua pesawat Zest Airways. Detail ini didapat dari dokumen yang diserahkan AirAsia, maskapai berbiaya rendah terbesar di Asia Tenggara berdasarkan jumlah armada.

Sebagai imbalannya, Alfredo Yao, pendiri sekaligus pemegang saham utama ZestAir, akan berinvestasi di Philippines AirAsia, demikian keterangan perusahaan.

Kesepakatan ini akan memungkinkan Philippines AirAsia mendapat keuntungan dari operasional ZestAir di bandara internasional Ninoy Aquino. Bandara Ninoy Aquino di Manila selama ini menangani mayoritas lalu lintas udara di Filipina. Lewat kesepakatan tersebut, Philippines AirAsia juga akan memperkuat jaringan lokal yang menyokong rute internasional terkini mereka.

“Proposal investasi di ZestGroup akan melengkapi strategi pertumbuhan mendatang bagi Philippines AirAsia, yang kini beroperasi di luar Clark,” kata CEO Philippines AirAsia, Marianne Hontiveros. Bandara internasional Clark melayani lalu lintas udara di luar kota Manila.

AirAsia tidak merilis perincian transaksi finansial ini.

Pergerakan Philippines AirAsia muncul sesudah AirAsia bulan lalu mengumumkan kemitraan dengan Tata Group, perusahaan penerbangan asal India, serta perusahaan tertutup Tradeplace Pvt. Ltd. untuk memulai maskapai bertarif rendah di India.

Philippines AirAsia mulai beroperasi tahun lalu. Maskapai ini merupakan patungan antara AirAsia Investments Ltd. dan sejumlah investor Filipina, yakni Antonio O. Cojuangco, Michael L. Romero, dan Marianne Hontiveros.

ZestAir terbang ke 14 destinasi domestik dan 10 tujuan internasional dari Manila, Kalibo, dan Cebu. (wjs.com)

KOMENTAR